VIVAnews - Investor asing maupun lokal diperkirakan bakal menambatkan portofolionya ke saham-saham lapis dua (second liner) dari sebelumnya mengutamakan saham papan atas (blue chips).
"Sepertinya, pemodal mulai memposisikan investasinya ke second liner," kata Robin Setiawan, analis sekuritas di Jakarta kepada VIVAnews, Jumat sore, 19 Maret 2010.
Menurut Robin, saham-saham lapis dua tidak kalah menariknya untuk investasi di lantai bursa. Sebab, banyak perseroan yang memiliki fundamental menarik dan menjanjikan. "Terutama, di sektor industri dasar dan tambang," kata dia.
Selain itu, dia menambahkan, harga saham-saham second liner tersebut juga termasuk muran dan masih jauh dari target harga wajarnya (under value). "BRPT (PT Barito Pacific Tbk) dan MASA (PT Multistrada Arah Sarana Tbk) di antara saham lapis dua yang cukup menarik," tutur Robin.
Kendati demikian, Robin tetap merekomendasikan akumulasi saham papan atas (blue chips), terutama PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). "Aksi korporasi dari masing-masing emiten tetap dinanti investor," ujarnya.
antique.putra@vivanews.com