Bisnis

Buru Saham Topang Laju IHSG

Selain saham-saham unggulan, lapis dua akan menjadi incaran investor asing maupun lokal.

Senin, 22 Maret 2010, 07:57 WIB
Antique
Pialang memantau pergerakan saham. (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia berpeluang melanjutkan pergerakan positif akhir pekan lalu. Aksi pemburuan saham oleh investor asing (capital inflow) maupun lokal diprediksi menjadi penopang.

"Pemodal masih melakukan pembelian saham, seiring aksi-aksi korporasi perseroan," kata Robin Setiawan, analis sekuritas di Jakarta kepada VIVAnews, Jumat sore, 19 Maret 2010.

Dia memproyeksikan, indeks Senin, 22 Maret 2010, berpotensi bergerak di kisaran level batas bawah (support) 2.720 dan batas atas (resistance) 2.810/2.830.
 
Pada transaksi Jumat, indeks kembali berakhir positif di posisi 2.742.97, menguat 5,73 poin (0,20 persen) dari perdagangan Kamis, 18 Maret 2010, yang melemah 19,02 poin atau 0,70 persen ke level 2.737,24.

Bursa Asia, saat IHSG berakhir juga bergerak positif. Indeks Hang Seng menguat 40,15 poin (0,19 persen) di posisi 21.370,82, Nikkei 225 naik 80,69 atau 0,75 persen menjadi 10.824,72, dan Straits Times terangkat 1,76 poin (0,06 persen) ke level 2.915,70.

Sedangkan bursa Wall Street pada perdagangan Jumat sore waktu New York atau Sabtu dini hari WIB bergerak negatif. Indeks harga saham Dow Jones terkoreksi 37,19 poin (0,35 persen) menjadi 10.741,98, indeks harga saham indikator Standard & Poor s 500 turun 5,93 poin atau 0,51 persen ke level 1.159,90, dan indeks harga saham teknologi Nasdaq melemah 16,87 poin (0,71 persen) di posisi 2.374,41.

Robin berpendapat, IHSG pada pekan ini masih akan diawali dengan percobaan meneruskan penguatan transaksi akhir pekan lalu.

Sebab, kata dia, selain saham-saham unggulan (blue chips), beberapa pelaku investor asing atau lokal sepertinya kembali mencoba peluang investasi di saham-saham lapis dua yang mempunyai kinerja positif.

Namun, Robin mengakui, sentimen bursa regional maupun global, serta berita ekonomi mancanegara masih mempengaruhi pergerakan IHSG. "Terlihat, dalam satu minggu terakhir ini sentimen ini mendukung laju indeks domestik," tuturnya.

Sedangkan analis PT Sucorinvest Central Gani Gifar Sakti berpendapat, IHSG berpeluang bergerak mendatar (sideways), karena masih berpotensi terjadinya aksi ambil untung (profit taking) investor. "Terutama, untuk sejumlah saham-saham di sektor perbankan," kata dia.

Selain itu, dia juga mengaku belum adanya sentimen positif yang kuat yang bisa mendorong pasar kembali bergerak positif turut mendukung rawannya koreksi IHSG di awal pekan ini. "Indeks akan bergerak di kisaran level 2.726-2.758," ujar Gifar.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial