Bisnis

Solusi Gas Hanya Bertahan Sampai Desember

PGN akan memulai membuat kontrak yang akan berlaku mulai per April.

Sabtu, 20 Maret 2010, 16:19 WIB
Umi Kalsum, Syahid Latif
MS Hidayat (Antara/ Widodo S Jusuf)

VIVAnews - Krisis kekurangan pasokan gas untuk industri tampaknya belum pulih seluruhnya. Kendati sudah mampu menyediakan kekurangan pasokan gas sebanyak 329 mmscfd, kebutuhan gas industri yang belum terpenuhi ternyata mencapai 460 mmscfd.

"Definetely hilang (untuk industri keramik), jadi teman-teman saya nanti diberitahu bahwa ancaman disunat 20 persen itu sudah tidak ada," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat di Jakarta.

Menurut Hidayat, keputusan tambahan pasokan gas tersebut hanya mampu memenuhi kekurangan dari industri keramik hingga Desember 2009. "Jadi tidak ada penambahan kalau nanti ada penambahan lebih," katanya.

Hidayat sebetulnya mengharapkan tambahan pasokan gas untuk industri bakal mencapai 460 mmscfd atau sama dengan kebutuhan tambahan pasokan gas tahun 2008.

"Jadi untuk sementara sampai Desember yang kebutuhan 460 mmscfd tidak bisa kembali, kalau teman-teman saya itu bisa mengerti karena ini pas-pasan," kata dia.

Dengan adanya keputusan pemerintah tersebut, PT Perusahaan Gas Negara Tbk selanjutnya akan memulai membuat kontrak yang akan berlaku mulai per April tahun ini.

Pemerintah, lanjutnya, juga tengah mengupayakan solusi penyelesaian kekurangan pasokan gas untuk jangka panjang yaitu dengan jalan menginventarisasi sejumlah sumber-sumber gas untuk menjamin kebutuhan pasokan gas.

Sementara untuk jangka waktu yang lebih panjang adalah dengan mengoptimalkan LNG receiving terminal yang pembangunanya diperkirakan selesai dalam 2-3 tahun mendatang. "Untuk menutupi kebutuhan yang 2-3 tahun akan tertutup dengan solusi jangka menengah yaitu pasokan gas dari Conoco," ujar dia.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial