VIVAnews - Terkait rencana pelepasan 20 persen sahamnya di PT XL Axiata Tbk (EXCL), Axiata Group Berhad mengindikasikan harga penawaran saham pada kisaran Rp 3.000-3.300 per unit.
Axiata melalui Indocel Holding Sdn Bhd, salah satu pemegang saham XL Axiata, berencana melepas sebagian kepemilikan sahamnya di XL Axiata melalui skema private placement di dalam maupun luar negeri.
Dalam penjelasan tertulisnya kepada Bursa Efek Malaysia, Jumat 19 Maret 2010, manajemen Axiata mengatakan, manajemen masih akan mempertimbangkan kondisi pasar, sehingga harga jual akhir untuk penawaran saham akan ditentukan setelah proses book building rampung.
Manajemen Axiata mengatakan, harga akhir penawaran saham Axiata dapat berada pada kisaran yang telah ditetapkan tersebut, atau bahkan lebih tinggi atau lebih rendah.
Proses book building untuk penawaran saham itu akan dimulai pada 22 Maret 2010.
Tujuan private placement adalah untuk meningkatkan jumlah saham XL Axiata yang beredar di publik. Selain itu, aksi korporasi tersebut diharapkan dapat memperluas basis investor perseroan dan meningkatkan likuiditas.
Manajemen berharap, pelaksanaan private placement tersebut akan berdampak positif bagi perseroan, bursa, dan pemegang saham publik.
Saat ini, jumlah saham XL Axiata yang dicatatkan di BEI mencapai 8,5 miliar. Namun, dari jumlah saham tersebut, hanya sekitar 16,79 juta atau sekitar 0,19 persen dimiliki publik.
Kecilnya jumlah saham perseroan yang dimiliki publik itu mengakibatkan perdagangan saham XL Axiata di BEI menjadi tidak likuid.
Sementara itu, Axiata melalui Indocel menguasai 86,49 persen dan Emirates Telecommunications Corporation (Etisalat) International Indonesia Ltd memiliki 13,31 persen.
arinto.wibowo@vivanews.com
• VIVAnews