VIVAnews - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) akan menggelontorkan dana sebesar US$ 100-150 juta untuk pembangunan pembangkit listrik.
"Setelah studi, kami berencana membangun (pembangkit listrik) pada akhir 2010," kata Direktur Keuangan Indocement Christian Kartawijaya di Jakarta, Jumat 19 Maret 2010.
Estimasi kebutuhan dana itu akan berlangsung selama tiga tahun. "Kami
memperkirakan pembangunan memakan waktu 1-3 tahun," ujar dia. Adapun kapasitas pembangkit yang dibangun sebesar 2 x 50 megawatt.
Dia mengatakan, perusahaan mempertimbangkan untuk membangun pembangkit tersebut di pabrik Citeureup atau Cirebon. "Terutama di Citeureup, karena pabrik di sana, 26 persen masih menggunakan mesin diesel," katanya.
Menurut dia, kalau energi digantikan dengan batu bara, akan tercipta efisiensi yang cukup.
Christian menjelaskan, perseroan juga akan membangun semen mill pada semester II-2010 dengan kapasitas 1,5 juta ton semen per tahun. Semen mill ini akan dibangun di Citeureup.
"(Semen mill) diperkirakan beroperasi pada 2010," tuturnya. Adapun nilai investasinya mencapai US$ 30 per ton. Pendanaan akan diambil dari kas perusahaan yang saat ini mencapai Rp 2,6 triliun.
Meski demikian, perseroan belum menetapkan belanja modal (capital expenditure/capex) untuk 2010. "Masih dalam studi," kata dia.
Namun, dia mengatakan, tahun lalu capex perseroan mencapai US$ 77 juta. Sekitar US$ 55-60 juta merupakan belanja modal reguler.
arinto.wibowo@vivanews.com