Bisnis

Asing Masih Dominan, IHSG Makin Kokoh

Indeks di BEI naik 0,20% ke level 2.742,97. Sedangkan rupiah menguat di posisi 9.102/US$.

Jum'at, 19 Maret 2010, 16:34 WIB
Antique
Bursa Efek Indonesia (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kembali bercokol di teritori positif pada akhir transaksi, meski sempat dibuka melemah pada perdagangan awal pagi.

Robin Setiawan, analis sekuritas di Jakarta berpendapat, IHSG kembali ditutup menguat karena tingkat kepercayaan investor asing maupun lokal terhadap outloook ekonomi Indonesia masih positif.

"Asing masih dominam masuk, yang terlihat dengan penguatan rupiah terhadap dolar AS (Amerika Serikat)," ujar dia kepada VIVAnews di Jakarta, Jumat, 19 Maret 2010.

Dia mengakui, asing masih banyak melakukan pembelian saham, terkait dengan laporan keuangan tahun buku 2009 sejumlah emiten yang cukup positif. "Terutama, di sektor perbankan dan pertambangan," kata Robin.

Robin mengakui, saham perbankan dan tambang yang paling banyak diminati investor asing di antaranya PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

IHSG pada penutupan transaksi hari ini, naik 5,73 poin atau 0,20 persen ke level 2.742,97. Melanjutkan akhir sesi I tadi, yang menguat 17,56 poin (0,64 persen) di posisi 2.754,80.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 4,79 triliun dan volume tercatat 9,20 juta lot, dengan frekuensi 101.182 kali. Sebanyak 112 saham menguat, 93 melemah, 77 ditutup stagnan, serta 211 saham tidak terjadi transaksi.

Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 1,61 triliun, sedangkan penjualan mencapai Rp 1,48 miliar. Terjadi pembelian bersih (net buying) sekitar Rp 128,63 miliar.

Bursa Asia, saat IHSG berakhir juga bergerak positif. Indeks Hang Seng menguat 40,15 poin (0,19 persen) di posisi 21.370,82, Nikkei 225 naik 80,69 atau 0,75 persen menjadi 10.824,72, dan Straits Times terangkat 1,76 poin (0,06 persen) ke level 2.915,70.

Di Bursa Efek Indonesia, BBRI terlihat terangkat Rp 150 atau 1,91 persen ke level Rp 8.000 dan INCO menguat Rp 50 (1,18 persen) menjadi 4.275. Sedangkan ANTM, stagnan di posisi Rp 2.200.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.102 per dolar AS dari transaksi siang tadi yang berada di level 9.117/US$.

Sedangkan berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.125 per dolar AS. Pada perdagangan Kamis, 18 Maret 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di kisaran level 9.120-9.125/US$.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
STEPHANUS
23/03/2010
Kapan nih Bursa Efek Indonesia tidak terkoreksi terus, pemain lokal harus mengguyur bursa efek sehingga bursa terangkat, IHSG tembus donk ke 3000
Balas   • Laporkan
STEPHANUS
23/03/2010
Kapan nih Bursa Efek Indonesia tidak terkoreksi terus, pemain lokal harus mengguyur bursa efek sehingga bursa terangkat, IHSG tembus donk ke 3000
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial