Axiata Jual Saham Lewat Secondary Offering

Namun, skema pelepasan saham melalui penawaran umum kedua itu tergantung pemegang saham.

Jum'at, 19 Maret 2010, 14:09 WIB
Arinto Tri Wibowo, Purborini
XL Internet Unlimited (VIVAnews)

VIVAnews - Axiata Group Berhad melalui Indocel Holding Sdn Berhad akan melepas 20 persen sahamnya di PT XL Axiata Tbk (EXCL) melalui penawaran umum saham kedua (secondary public offering/SPO).

"Kami akan (melepas saham) melalui secondary offering. Tapi untuk lebih lanjut itu tergantung keputusan pemegang saham mayoritas," kata Direktur Keuangan XL Willem Lucas Timmermans usai rapat umum pemegang saham (RUPS) XL di Jakarta, Jumat 19 Maret 2010.

Indocel Holding Sdn Bhd adalah salah satu pemegang saham XL Axiata dan juga anak perusahaan Axiata Group Berhad.

Sebelumnya, Axiata melalui Indocel menyatakan perusahaan berencana melepas maksimal 20 persen sahamnya di XL Axiata.Pelepasan saham dilakukan melalui skema private placement di dalam maupun luar negeri.

Terkait rencana itu, Indocel telah menerima bantuan dari XL Axiata untuk memastikan keakuratan data dalam offering circular yang dipersiapkan dalam pelaksanaan private placement tersebut.

Skema private placement tersebut akan dilakukan dengan menawarkan saham Indocel kepada investor yang identitasnya dapat diketahui setelah selesai proses book building.

Tujuan private placement adalah untuk meningkatkan jumlah saham XL Axiata yang beredar di publik. Selain itu, aksi korporasi tersebut diharapkan dapat memperluas basis investor perseroan dan meningkatkan likuiditas.

Manajemen berharap, pelaksanaan private placement tersebut akan berdampak positif bagi perseroan, bursa, dan pemegang saham publik.

Saat ini, jumlah saham XL Axiata yang dicatatkan di BEI mencapai 8,5 miliar. Namun, dari jumlah saham tersebut, hanya sekitar 16,79 juta atau sekitar 0,19 persen dimiliki publik.

Kecilnya jumlah saham perseroan yang dimiliki publik itu mengakibatkan perdagangan saham XL Axiata di BEI menjadi tidak likuid.

Sementara itu, Axiata melalui Indocel menguasai 86,49 persen dan Emirates Telecommunications Corporation (Etisalat) International Indonesia Ltd memiliki 13,31 persen.

arinto.wibowo@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ