Bisnis

Boediono Tak Mau Batasi Jam Supermarket

Seorang wirausaha kecil, Sutejo, mengeluhkan persaingan toko kecil dengan supermarket.

Jum'at, 19 Maret 2010, 14:02 WIB
Hadi Suprapto, Bayu Galih
Cawapres Boediono bertemu blogger (ANTARA/ Ujang Zaelani)

VIVAnews - Dalam kunjungan kerja ke Bekasi, Jumat ini, 19 Maret 2010, Wakil Presiden Boediono meninjau salah satu lokasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan di Kelurahan Aren Jaya, Bekasi. Dalam kesempatan ini, Boediono juga melakukan tanya-jawab dengan masyarakat penerima bantuan PNPM Mandiri.

Dalam kesempatan ini, seorang wirausaha kecil bernama Sutejo mengeluhkan persaingan toko-toko kecil dengan bisnis supermarket dan minimarket besar. Jam buka supermarket yang hingga 24 jam menyebabkan toko kecil kalah bersaing. Apalagi sudah banyak supermarket dan minimarket yang masuk hingga pelosok permukiman.

"Saya pernah tinggal di Australia, dan di Australia ada pembatasan supermarket yang buka hanya hingga pukul 5 sore," kata Sutejo dalam tanya-jawab di Kelurahan Aren Jaya, Bekasi, Jawa Barat, 19 Maret 2010.

Namun Boediono tidak setuju dengan pembatasan waktu operasional supermarket. "Menurut saya tidak harus membatasi kegiatan dari suatu usaha (supermarket) untuk mendorong usaha kelompok lain (toko kecil)," jawab Boediono.

Boediono lalu mengungkapkan pandangan kalau toko kecil bisa bersinergi dan terkait dengan supermarket. "Saya kira itu akan jauh lebih baik dari menghambat jam kerja supermarket itu sendiri," ucap ekonom asal Universitas Gajah Mada ini.

Hal lain yang menjadi solusi Pemerintah, kata Boediono, adalah pembatasan zona beroperasi supermarket. Peran ini merupakan wilayah otoritas dari Pemerintah Daerah. "Daerah saya kira punya peranan untuk melakukan zoning yang pas. Zoning untuk supermarket, pertokoan, dan lainnya," ujar Boediono.

hadi.suprapto@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial