VIVAnews - Masa jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia Siti Ch Fadjrijah akan berakhir pada pertengahan Mei 2010. Sesuai aturan dalam Undang-Undang Bank Indonesia, tiga bulan sebelum masa jabatan deputi gubernur berakhir, presiden harus mengajukan calon pengganti.
Berdasarkan rekomendasi gubernur BI, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengusulkan tiga nama sebagai calon pengganti.
Dua calon merupakan pegawai karier BI, yakni Perry Warjiyo dan Halim Alamsyah. Sedangkan satu calon berasal dari luar, yakni Krisna Wijaya.
Secara kebetulan, tiga calon tersebut merupakan alumni Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
Menurut Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie, DPR sudah menerima surat dari Presiden SBY terkait pengajuan tiga calon deputi gubernur BI itu pekan lalu.
Marzuki menjelaskan, nama-nama calon deputi gubernur BI itu selanjutnya akan dibawa ke rapat pimpinan DPR, sebelum proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) setelah masa reses berakhir atau pada awal April 2010.
Untuk mengingatkan kembali, berdasarkan situs BI, berikut tiga sosok calon deputi gubernur itu:
Halim Alamsyah
Jabatan saat ini adalah direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia. Pria kelahiran Bangka, 6 Maret 1957 itu memulai kariernya di Bank Indonesia pada 1982 sebagai staf analis kredit, di Urusan Kredit Koperasi.
Pada 1985, Halim mulai berkiprah sebagai staf peneliti di Urusan Ekonomi dan Statistik. Sejak itu, kariernya tidak lepas dari pekerjaan yang menangani berbagai persoalan ekonomi dan moneter, hingga akhirnya pada Januari 1999 diangkat sebagai deputi Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter.
Sekitar satu setengah tahun kemudian, atau pada Juli 2000, Halim Alamsyah diangkat sebagai kepala biro gubernur Bank Indonesia. Pada Juli 2002, dia dipromosikan sebagai direktur Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan.
Selanjutnya sejak Januari 2003, Halim berturut-turut menempati jabatan sebagai direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter, direktur Direktorat Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat pada April 2005, dan direktur Direktorat Statistik dan Moneter pada Pebruari 2006, sebelum akhirnya ditempatkan sebagai Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan pada Maret 2007 hingga sekarang.
Suami Sri Kurniati Halim dan ayah dari Heny Triwahyuni, Amelia Bostania, dan Burhan Muhammad tersebut menamatkan pendidikan S1 dari Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia dan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada.
Gelar MA dalam bidang ekonomi pembangunan diraih dari Boston University, Massachusetts, AS. Adapun gelar doktor dalam bidang ilmu ekonomi diraihnya dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Jakarta.
Krisna Wijaya
Lahir di Jakarta pada 22 Juli 1955, dan memulai kariernya di PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) pada 1980 sebagai calon staf umum angkatan pertama.
Berbagai jabatan pernah dijalaninya selama meniti karier di BRI seperti di bidang leasing, bisnis komersial hingga pemimpin cabang. Pada Juli 2000 Krisna diangkat sebagai direktur operasional BRI yang membidangi divisi sumber daya manusia, operasional, IT, logistik, dan yayasan dana pensiun.
Pada April 2003, dia dipromosikan sebagai direktur bisnis mikro dan ritel BRI yang membidangi divisi mikro, ritel, consumer banking, unit syariah, international visitor program, dan perencana bisnis.
Pada Mei hingga September 2005 sempat dipercaya sebagai komisaris BRI. Selanjutnya pada September 2005 hingga April 2006 menempati posisi sebagai Direktur Pengembangan Perbankan Indonesia.
Pada September 2005, Krisna juga merupakan anggota dewan komisioner/kepala eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga mengundurkan diri pada 31 Desember 2007.
Sejak 2008 hingga sekarang, Krisna Wijaya merupakan komisaris PT Bank Danamon Tbk.
Krisna Wijaya memiliki seorang istri dan satu orang anak. Ia menamatkan pendidikan sarjananya dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1980. Gelar Magister Manajemen diraih dari MM Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta dan doktor dari Paska Sarjana UGM pada 2009.
Perry Warjiyo
Perry lahir di Sukoharjo pada 25 Pebruari 1959. Sebelum menempati jabatan sebagai direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia, Perry Warjiyo adalah direktur eksekutif, South East Asia Voting Group (SEAVG), International Monetary Fund (IMF) pada 2007-2009.
Dia memulai kariernya di Bank Indonesia sebagai staf di Desk Penyelamatan Kredit, Urusan Pemeriksaan dan Pengawasan Kredit. Pada 1992 hingga 1995, dia menjadi staf gubernur dan 1998 diangkat sebagai kepala biro gubernur.
Selanjutnya pada 2003, Perry Warjiyo diangkat sebagai direktur Pusat Pendidikan dan Studi Kebansentralan, dan 2005 sebagai direktur riset ekonomi dan kebijakan moneter.
Perry Warjiyo meraih gelar sarjana ekonomi jurusan akuntansi dari Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada. Gelar MSc dalam bidang ekonomi moneter dan internasional diraih dari Iowa State University, Ames, AS pada 1988.
Pada 1991, dia juga berhasil meraih gelar PhD dari universitas yang sama, Iowa State University, untuk bidang ekonomi moneter dan internasional.
arinto.wibowo@vivanews.com