VIVAnews - Pemerintah akan membangun jaringan distribusi gas bumi di Rumah Susun Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), serta Apartemen bersubsidi pada tahun depan.
"Kami akan bangun jaringan distribusi gas bumi di rumah susun murah dan apartemen bersubsidi," ujar Anggota Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Jugi Prajugio di Jakarta, Kamis, 18 Maret 2010.
Selain itu, kata dia, akan dikembangkan jaringan distribusi gas bumi di Lampung, Bontang dan Sengkang. Sedangkan tahun ini, dibangun jaringan distribusi gas bumi di Bekasi, Depok, Tarakan dan Sidoarjo.
Sementara itu, pada 2012, dibangun di Bangkalan, Balikpapan, Blora dan Jambi. 2013, di Sorong, Pekanbaru, Subang dan Lhokseumawe, serta 2014, dikembangkan di Samarinda, Muara Enim, Semarang dan Pramubulih.
Namun, Jugi mengakui, pengembangan gas bumi melalui pipa itu masih mengalami kendala-kendala seperti belum ada kepastian alokasi pasokan gas bumi dan harga beli gas bumi dari produsen gas masih tinggi.
"Selain itu, tidak ekonomis jika dilaksanakan oleh swasta karena investasi pembangunan infrastruktur jaringan pipa gas bumi yang besar," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo menuturkan, pada tahun ini jumlah sambungan rumah tangga yang akan mendapat fasilitas distribusi gas bumi sebanyak 3.000-4.000 yang tersebar di Bekasi, Depok, Tarakan dan Sidoarjo.
"Anggarannya sekitar Rp 188 miliar untuk seluruh proyek, mulai dari kajian hingga pembangunan fisik yang dananya dikucurkan dari APBN," ujarnya.
antique.putra@vivanews.com