Sesi II, Investor Beli Selektif

Saham pilihan seperti Bukit Asam, Barito Pacific, dan Multistrada Arah Sarana.

Kamis, 18 Maret 2010, 12:27 WIB
Antique
Bursa Efek Indonesia (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada sesi II berpotensi bercokol di teritori positif. Aksi selektif beli saham oleh investor asing maupun lokal bakal menjadi pemicu.

Robin Setiawan, analis sekuritas di Jakarta berpendapat, IHSG pada sesi I melemah akibat adanya aksi ambil untung (profit taking) investor jangka pendek, seiring penguatan indeks kemarin cukup signifikan. "Jadi, IHSG pada penutupan sesi pertama terkoreksi wajar," kata dia kepada VIVAnews di Jakarta, Kamis, 18 Maret 2010.

Dia memperkirakan, masih terjadinya aksi beli asing pada saham-saham di lantai bursa domestik, sepertinya akan menjadi katalis berbalik arah menguat (rebound) IHSG pada sesi II nanti. "Terlihat, meski pasar saham melemah di sesi I, tetapi rupiah menguat," ujar Robin.

Robin mengakui, aksi selektif investor asing di sesi kedua nanti akan terjadi pada saham-saham pilihan seperti PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA).

"Selain sisi teknis menunjukkan penguatan, proyeksi laporan keuangan tahun buku 2009 yang positif, fundamental menjanjikan, dan aksi korporasi yang dinanti pemodal akan menjadi pemicu diburunya saham," tuturnya.

IHSG akhir sesi I Kamis, terkoreksi 7,76 poin atau 0,29 persen ke level 2.748,50 dari awal transaksi pagi tadi yang menguat 8,24 poin (0,30 persen) di posisi 2.764,50.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 2,87 triliun dan volume tercatat 8,53 juta lot, dengan frekuensi 81.093 kali. Sebanyak 76 saham menguat, 109 melemah, 74 stagnan, serta 234 saham tidak terjadi transaksi.

Saham unggulan yang mengontribusi pelemahan IHSG cukup besar di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terkoreksi Rp 300 atau 5,17 persen ke level Rp 5.500, PT Semen Gresik Tbk (SMGR) melemah Rp 150 (1,91 persen) di posisi Rp 7.700, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) turun Rp 150 atau 1,74 persen menjadi Rp 8.450.

Sedangakan bursa Asia, saat IHSG tutup bergerak variatif. Indeks Hang Seng terangkat 34,29 poin (0,16 persen) di posisi 21.418,78, Nikkei 225 turun 38,75 atau 0,36 persen menjadi 10.808,23, dan Straits Times menguat 4,85 poin (0,17 persen) ke level 2.924,15.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg, rupiah pukul 12.00 WIB, berada di posisi 9.120 per dolar AS. Sedangkan menurut data RTI, mata uang lokal tersebut berada di level 9.111/US$.

antique.putra@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ