VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kembali bercokol di area positif di awal transaksi, setelah pelaku pasar merayakan libur Hari Raya Nyepi.
Menurut PT Reliance Securities Tbk dalam risetnya hari ini, IHSG pada perdagangan hari ini masih naik terpicu tidak berubahnya suku bunga The Fed yang berada di level 0,25 persen.
Dengan tetap rendahnya suku bunga The Fed, sekuritas itu menambahkan, bunga pinjaman masih rendah sehingga proses pemulihan ekonomi dapat berlanjut.
Sedangkan PT Mega Capital Indonesia mengakui, optimisme pasar global diperkirakan masih menjadi katalis positif bagi IHSG untuk jangka menengah. Namun, IHSG terlihat rawan aksi ambil untung (profit taking) investor dalam jangka pendek.
Sekuritas itu memproyeksikan, IHSG pada hari ini akan bergerak dengan batas bawah (support) 2.700/2.640 dan batas atas (resistance) 2.785/2.815.
IHSG menguat 8,24 poin (0,30 persen) ke level 2.764,50 pada awal transaksi Kamis, 18 Maret 2010. Melanjutkan pra pembukaan (pre-opening) tadi, di mana indeks naik 7,06 poin atau 0,25 persen di posisi 2.763,32.
Sedangkan bursa Asia, saat IHSG dibuka bergerak variatif. Indeks Hang Seng menguat 16,93 poin (0,08 persen) ke level 21.401,41, tetapi Nikkei 225 terkoreksi 23,04 atau 0,21 persen menjadi 10.823,94, dan Straits Times 225 turun 6,78 (0,23 persen) di posisi 2.912,52.
Bursa Wall Street pada perdagangan Rabu sore waktu New York atau Kamis dini hari WIB pun positif. Indeks harga saham Dow Jones terangkat 47,69 poin (0,45 persen) menjadi 10.733,67, indeks harga saham indikator Standard & Poor s 500 naik 6,75 poin atau 0,58 persen ke level 1.166,21, dan indeks harga saham teknologi Nasdaq menguat 11,08 poin (0,47 persen) di posisi 2.389,09.
Sementara itu, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang pada perdagangan kemarin menguat di posisi Rp 2.550, pagi ini dibuka naik Rp 25 (0,98 persen) ke level Rp 2.575.
antique.putra@vivanews.com