VIVAnews - Nilai tukar rupiah di pasar spot antarbank Jakarta kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (US$) saat pembukaan transaksi hari ini, karena berada di kisaran 9.120-9.135/US$.
Pada penutupan Rabu, 17 Maret 2010, di pasar spot antarbank Jakarta, mata uang lokal itu berakhir pada posisi 9.110 per dolar AS. Sedangkan data kurs tengah mata uang asing Bank Indonesia, rupiah bercokol di level 9.149/US$.
Heles, dealer valas PT Bank OCBC NISP Tbk berpendapat, pergerakan negatif rupiah pagi ini terdorong adanya permintaan korporat akan dolar AS yang meningkat dan melemahnya mata uang eur Eropa.
"Selain itu, level rupiah juga sudah terbilang murah," kata dia kepada VIVAnews di Jakarta, Kamis, 18 Maret 2010.
Berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 08.30 WIB, rupiah bergerak di posisi 9.130/US$.
Heles memproyeksikan, mata uang lokal tersebut hingga penutupan transaksi sore nanti masih berpotensi melemah dengan kisaran level 9.110-9.160 per dolar AS, yang terpicu meningkatnya permintaan korporat akan dolar AS.
"Sepertinya, level 9.140-9.150/US$ akan dimanfaatkan untuk jualan," tuturnya.
antique.putra@vivanews.com