Bisnis

IHSG Bakal Catat Rekor Baru di 2.800

Masuknya dana asing (capital inflow) ke bursa diprediksi masih menjadi sentimen positif.

Kamis, 18 Maret 2010, 07:54 WIB
Antique
Bursa Efek Indonesia (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia berpeluang menguat kembali dan menembus level tertinggi baru. Masuknya dana asing (capital inflow) diprediksi terus terjadi.

"Sentimen positif mancanegara masih menjadi pemicunya," kata Ukie Jaya Mahendra, direktur PT Paramitra Alfa Sekuritas kepada VIVAnews di Jakarta, Rabu sore, 17 Maret 2010.

Dia memproyeksikan, indeks Kamis, 18 Maret 2010, berpotensi bergerak di kisaran level batas bawah (support) 2.745 dan batas atas (resistance) 2.800.
 
Pada transaksi Rabu, indeks kembali berakhir positif dan berhasil menembus posisi 2.756.26, melonjak 86,65 poin (3,24 persen) dari perdagangan Senin, 15 Maret 2010, yang menguat tipis 3,09 poin atau 0,11 persen ke level 2.669,60.

Bursa Asia, saat IHSG berakhir juga bergerak positif. Indeks Hang Seng menguat 361,56 poin (1,72 persen) di posisi 21.384,49, tapi Nikkei 225 naik 125,27 atau 1,17 persen menjadi 10.846,98, dan Straits Times terangkat 22,87 poin (0,79 persen) ke level 2.919,30.

Bursa Wall Street pada perdagangan Rabu sore waktu New York atau Kamis dini hari WIB pun positif. Indeks harga saham Dow Jones terangkat 47,69 poin (0,45 persen) menjadi 10.733,67, indeks harga saham indikator Standard & Poor s 500 naik 6,75 poin atau 0,58 persen ke level 1.166,21, dan indeks harga saham teknologi Nasdaq menguat 11,08 poin (0,47 persen) di posisi 2.389,09.

Ukie berpendapat, IHSG menjelang akhir pekan ini berpotensi kembali mencatat rekor baru lagi, seiring masih derasnya capital inflow ke pasar saham kita. "Level 3.000 bukan tidak mungkin ditembus pada semester I-2010," kata dia.

Sentimen positif eksternal, dia menambahkan, seperti suku bunga The Fed yang tetap di level 0,25 persen sepertinya masih menjadi pendorong penguatan bursa saham global maupun regional.

Sedangkan analis PT Reliance Securities Tbk Gina Novrina Nasution menuturkan, pergerakan IHSG hari ini rawan aksi ambil untung (profit taking) investor. Hal itu, dapat dilihat dari indikator teknis Williams % R yang berada pada level 0 yang merupakan posisi jenuh beli (overbought).

Namun, dia mengakui, The Fed yang masih menetapkan suku bunganya sebesar 0,25 persen tetap menjadi sentimen positif bahwa berinvestasi di Asia menarik. "IHSG akan bergerak di kisaran level 2.698-2.786," tutur Gina.

antique.putra@yahoo.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial