VIVAnews - Kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia disinyalir terkait dengan perdagangan bebas Asean-China ( Asean-China Free Trade Agreement/ACFTA).
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) Universitas Atmajaya A Prasetyantoko menilai, salah satu agenda penting kedatangan Obama ke Indonesia terkait persaingan dagang Amerika Serikat dengan China.
"Upaya membentuk comprehensive partnership sebagai salah satu agenda Obama ke Indonesia, yakni menawarkan Trans Pasific Partnership Agreement menjadi skema Trans Pasific Free Trade Agreement guna menandingi ACFTA," kata Prasetyantoko saat Seminar Nasional 'Peningkatan Daya Saing Dan Kesiapan UKM Menghadapi ACFTA' di Universitas Atmajaya, Jakarta, Rabu, 17 Maret 2010.
Menurutnya, China menjadi musuh bebuyutan Amerika Serikat karena negara Tirai Bambu tersebut telah berhasil menguasai perdagangan dunia.
Sementara itu, kata Prasetyantoko, mengalami kelesuan perdagangan paska krisis keuangan dan bisa bangkit jika perdagangannya bisa laku di pasar dunia. "Asumsi saya, karena Indonesia sudah keduluan oleh China melalui skema ACFTA , AS kebakaran jenggot," ujarnya.
Selain itu, dia menambahkan, kontroversi ACFTA akan berpotensi menjadi isu politik paska pansus Bank Century.
antique.putra@vivanews.com