VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia akhirnya mencatatkan rekor tertinggi baru. Ramainya aksi beli investor terhadap semua saham di lantai bursa diprediksi menjadi pemicu.
Direktur PT Paramitra Alfa Sekuritas Ukie Jaya Mahendra berpendapat, derasnya aliran dana asing yang masuk (capital inflow) ke bursa saham domestik menjadi faktor utama keberhasilan IHSG menembus level baru.
"Terlihat, semua saham di seluruh sektor aktif oleh transaksi investor asing maupun lokal," kata dia kepada VIVAnews di Jakarta, Rabu, 17 Maret 2010.
Dia mengakui, saham-saham tersebut terutama saham unggulan (blue chips) di sektor perbankan, industri, konsumer, dan pertambangan. "Tapi, penguatan rupiah terhadap dolar AS dan pergerakan positif bursa mancanegara tutur mendukung," ujar Ukie.
IHSG pada penutupan transaksi hari ini, naik signifikan 86,65 poin atau 3,24 persen ke level 2.756,26. Melanjutkan akhir sesi I tadi, yang melonjak 61,82 poin (2,31 persen) di posisi 2.731,42.
Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 6,47 triliun dan volume tercatat 16,83 juta lot, dengan frekuensi 149.395 kali. Sebanyak 176 saham menguat, 50 melemah, 73 ditutup stagnan, serta 194 saham tidak terjadi transaksi.
Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 1,98 triliun, sedangkan penjualan mencapai Rp 1,05 triliun.
Bursa Asia, saat IHSG berakhir juga bergerak positif. Indeks Hang Seng menguat 361,56 poin (1,72 persen) di posisi 21.384,49, tapi Nikkei 225 naik 125,27 atau 1,17 persen menjadi 10.846,98, dan Straits Times terangkat 22,87 poin (0,79 persen) ke level 2.919,30.
Di Bursa Efek Indonesia, saham blue chips yang mengontribusi penguatan IHSG cukup besar di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) terangkat Rp 2.200 atau 5,69 persen ke level Rp 40.850, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menguat Rp 2.000 (5,85 persen) di posisi 36.150, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik Rp 600 atau 11,53 persen menjadi Rp 5.800.
Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.117 per dolar AS dari transaksi siang tadi yang berada di level 9.112/US$.
Sedangkan berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.149 per dolar AS. Pada perdagangan Senin, 15 Maret 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di kisaran level 9.150-9.155/US$.
antique.putra@vivanews.com