VIVAnews - Perusahaan roti dengan merek dagang Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo, berencana melepas 15 persen saham pada pertengahan 2010. Proses pelepasan saham itu dilakukan melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO).
"Listing (pencatatan saham) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sekitar Juni-Juli," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito ketika dikonfirmasi VIVAnews di Jakarta, Rabu 17 Maret 2010.
Menurut dia, saat ini, otoritas bursa tengah melakukan evaluasi terhadap proses IPO perusahaan roti yang kini cukup dikenal masyarakat itu. "Target dana IPO belum ditentukan," ujar dia.
Berdasarkan situs perseroan, Nippon Indosari Corpindo adalah perusahaan penanaman modal asing yang memproduksi roti dengan dua pabrik di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang dan Kawasan Industri Pasuruan, Jawa Timur.
Pada September 1996, perusahaan meluncurkan produk roti yang pertama dengan merek Sari Roti. Selanjutnya pada awal 2001, perusahaan meluncurkan merek roti lainnya, Boti.
Nippon Indosari Corpindo mengklaim sebagai perusahaan roti pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi modern dari Jepang. Proses pembuatan roti dinilai memiliki standardisasi yang sesuai untuk mencapai kriteria halal, healthy (sehat), dan hygiene (bersih).
Saat ini, produk Sari Roti dan Boti tersebar di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan sebagian Lampung serta Bali.
arinto.wibowo@vivanews.com