Sesi II, Saham Bank Unggulan Masih Menarik

Saham-saham tersebut di antaranya BCA, BRI, Bank Danamon, dan Bank Mandiri.

Rabu, 17 Maret 2010, 12:28 WIB
Antique
Masyarakat melihat data saham (Andika Wahyu)

VIVAnews - Saham-saham sektor perbankan diperkirakan masih diminati pelaku pasar, sehingga indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada sesi II berpeluang menguat kembali.

Menurut Kepala Riset PT Paramitra Alfa Sekuritas Pardomuan Sihombing, IHSG sesi I menguat cukup signifikan akibat adanya pembelian di sejumlah saham-saham unggulan. "Terutama saham sektor perbankan, aneka industri, dan perdagangan," kata dia kepada VIVAnews di Jakarta, Rabu, 17 Maret 2010.

Dia menambahkan, saham-saham sektor tersebut masih diminati pemodal asing maupun lokal pada sesi II hari ini, terkait laporan keuangan tahun buku 2009 yang positif. "Terutama, yang paling diminati adalah perbankan," tutur Pardomuan.

Pardomuan menuturkan, saham-saham tersebut di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Danamon Tbk (BDMN), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). "Kalau aneka industri yang masih layak, yaitu ASII (PT Astra International Tbk) dan UNTR (PT United Tractors Tbk)," ujarnya.

IHSG akhir sesi I Rabu, melonjak 61,82 poin atau 2,31 persen ke level 2.731,42 dari awal transaksi pagi tadi yang menguat 16,12 poin (0,60 persen) di posisi 2.685,73.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 2,96 triliun dan volume tercatat 6,74 juta lot, dengan frekuensi 70.900 kali. Sebanyak 154 saham menguat, 45 melemah, 68 stagnan, serta 226 saham tidak terjadi transaksi.

Saham unggulan bank dan industri yang mengontribusi penguatan IHSG cukup besar di antaranya ASII terangkat Rp 1.400 atau 3,62 persen ke level Rp 40.050, BBCA menguat Rp 500 (9,61 persen) di posisi Rp 5.700, dan BBRI naik Rp 250 atau 3,35 persen menjadi Rp 7.700.

Bursa Asia, saat IHSG tutup juga bergerak positif. Indeks Hang Seng terangkat 330,69 poin (1,57 persen) di posisi 21.353,62, Nikkei 225 naik 111,71 atau 1,04 persen menjadi 10.833,75, dan Straits Times menguat 18,08 poin (0,62 persen) ke level 2.914,51.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg, rupiah pukul 12.00 WIB, berada di posisi 9.112 per dolar AS. Sedangkan menurut data RTI, mata uang lokal tersebut berada di level 9.131/US$.

antique.putra@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ