VIVAnews - Bloomberg Initiative menjadi terkenal. Gara-garanya, lembaga nirlaba milik Michael Rubens Bloomberg ini disebut-sebut telah menggelontorkan dana Rp 3,7 miliar kepada Muhammadiyah untuk mengegolkan fatwa haram merokok. Meski demikian, pernyataan ini telah dibantah Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Bloomberg Initiative merupakan lembaga di bawah naungan Bloomberg LP, perusahaan media dan layanan data bisnis yang aktif peduli mengurangi tingkat konsumsi rokok bagi negara berkembang, termasuk Indonesia. Menurut catatan situs tobaccocontrolgrants.org terangkum dalam agenda Bloomberg Initiative (BI) Grants Program, telah ada sekitar 14 program aktif untuk menekan angka penikmat rokok di Indonesia.
Program Hibah Bloomberg menyediakan dana untuk kementerian dan lembaga pemerintah, organisasi non-pemerintah (LSM), dan organisasi masyarakat sipil. Selain Indonesia, hibah ini juga diberikan di lebih dari 40 negara.
Lalu, siapa Michael Bloomberg yang gencar menggelontorkan dana antirokok itu? Michael Bloomberg merupakan walikota New York City. Pada Maret 2009, Forbes mencatat Michael Bloomberg memiliki kekayaan lebih dari US$ 6 miliar atau sekitar Rp 55 triliun.
Forbes menobatkan Bloomberg sebagai salah satu miliarder yang paling sukses di Amerika Serikat selama resesi. Peringkat kekayaan Bloomberg melonjak dari 142 ke 17 hanya dalam dua tahun (Maret 2007 - Maret 2009).
Seperti dikutip dari Wikipedia, Bloomberg mengawali bisnis hanya sebagai mitra di Salomon Brothers, perusahaan perdagangan ekuitas yang kemudian berkembang menjadi perusahaan sistem. Pada 1981, ia dipecat dari Salomon Brothers dan diberi pesangon US$$ 10 juta.
Dengan uang ini, Bloomberg mendirikan perusahaan pengembang software finansial bernama Innovative Market Systems. Pada 1982, Merrill Lynch menjadi pelanggan pertama, dengan proyek pembuatan 22 market master terminal dengan investasi $ 30 juta.
Kemudian, perusahaan ini berganti nama menjadi Bloomberg LP pada 1986. Pada tahun 1987, Bloomberg telah memasang 5.000 terminal. Dalam beberapa tahun, produk tambahan termasuk Bloomberg Tradebook (platform trading), Bloomberg Messaging Service, dan PR Wire Bloomberg diluncurkan.
Pada 2009, perusahaan telah memiliki lebih dari 250 ribu terminal di seluruh dunia. Perusahaannya juga memiliki jaringan radio, yang saat ini memiliki stasiun utama sebagai 1130 WBBR-AM di New York City.
Dia meninggalkan posisi CEO mengejar karir politik sebagai walikota New York. Posisi CEO digantikan Lex Fenwick. Perusahaan ini sekarang dipimpin oleh Dan Doctoroff, mantan wakil walikota New York.
Sejak 2002, Bloomberg yang lahir 14 Februari 1942 menjadi walikota New York City. Pebisnis yang berubah haluan menjadi politikus ini merupakan anggota Partai Demokrat. Namun, kemudian berpindah ke Partai Republik pada 2001. Dalam partai itulah, ia menjadi walikota di New York. Ia dipilih kembali pada 2005.
Pada musim gugur 2008, Yahudi keturunan Eropa ini berhasil berkampanye untuk mengamandemen aturan masa jabatan walikota. Ini supaya memungkinkan dia mencalonkan diri lagi untuk masa jabatan ketiga kalinya. Pada 3 November 2009, Bloomberg memenangkan pemilihan walikota New York lagi.
hadi.suprapto@vivanews.com