Obama Datang, Ekonomi RI Makin Terkekang
Noorsy:"Tentunya, Amerika ingin kita (Indonesia) sebagai ekornya dan di bawah ketiaknya."
Selasa, 16 Maret 2010, 13:41 WIB
Antique, Sandy Adam Mahaputra
(AP Photo/Charles Dharapak)
VIVAnews - Kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama banyak menuai kritikan dari berbagai kalangan, baik yang positif maupun negatif. Salah satunya, dari pengamat ekonomi politik Ichsanuddin Noorsy.
Menurutnya, dibalik kedatangan Obama merupakan sebuah upaya Amerika untuk terus melancarkan dan memperkuat kebijakan ekonominya, mengingat Indonesia kaya sumberdaya alam, khususnya energi, dan pasar yang sangat potensial untuk produk-produk ekspor AS.
"Dengan adanya perusahaan Amerika di sini, tentunya mereka dapat menikmati kekayaan alama bangsa kita," ujar Ichsanuddin dalam diskusi 'MENOLAK OBAMA: Menyingkap Kejahatan Amerika dan Misi Dibalik Lawatan Obama' di Jakarta, Selasa, 16 Maret 2010.
Selain itu, Ichsanuddin menambahkan, kedatangan Obama tidak lebih sebagai peperangan ekonomi dan ideologi dari Amerika sebagai negara super power. "Tentunya, Amerika ingin kita (Indonesia) sebagai ekornya dan di bawah ketiaknya," tuturnya.
Untuk itu, dia mengakui, sebaiknya kita harus meluruskan dulu agenda kedatangan Obama secara terbuka. Untuk apa datang ke sini. jangan sampai seperti sekarang, settingannya tidak terbuka sehingga ada dua dilema, menolak dan menerima.
"Namun saya tegaskan, dari segi keuntungan itu sama sekali tidak ada," kata Ichsanuddin.
antique.putra@vivanews.com
• VIVAnews
arjuna
17/03/2010
Apa benar begitu pak ichsan?mbok jangan suudzon dulu, apakah anda sudah tabayun dulu sama om obama?
edward
17/03/2010
lu ma ichsanuddin komentar lu ngga berkelas, buruk prasangka
Anas
17/03/2010
Omongan kayak gini ini ngakunya ahli ekonomi-politik??
Perilaku menolak2 gak jelas kayak gini yang membuat bangsa kita menjadi atau sudah menjadi bangsa kerdil....benar2 mental bangsa pinggiran!
Ario Fajar
16/03/2010
Saya juga tidak terlalu antusias atas lawatan Obama ke Indonesia. Tidak ada yang spesial dari dirinya. Walaupun dia punya kedekatan secara geografis dan psikologis, namun tetap saja itu bukan hal yang istimewa menurut saya. Sikap berlebihan pemerintah dan
orbi
16/03/2010
alah....Noorsy...orang stress..yg gak dapat jabatan di pemerintahan....jd isinya cuma mengumpat aja......hahahahaha...kelihatan stresss nya....wkwkwkwkwk
thalhah
16/03/2010
pemimpin imprealis kok disambut dengan suka cita sih, kenapa dengan pemimpin negeri ini. indonesia harusnya bukan jadi pengekor dan sekutu dari pemimpin kapitalis ini. indonesia harus mempunyai sikap yang tegas terhadap AS dan sekutunya yang telah menyera
Cogan
16/03/2010
Tamu dateng diitung untung ruginya..dasar semprulll!!
dendy
16/03/2010
Apa salahnya sih Obama datang ??? toh dia memang pernah tinggal di Indonesia, bahkan boleh dibilang dia sedikitnya ada hasil didikan Indonesia, Umat Islam jgn terprovokasi, karena menyambut tamu dengan baik dan menjaga keamananya adalah Sunnah
Tompel
16/03/2010
Ya abis gimana lagi bung!!! Kita ngolah negara sendiri aja ga bisa, yang ada pada korupsi dimana2 memperkaya diri sendiri... Ya ada peluang hajar aja bleh...
konyol
16/03/2010
namanya aja pengamat, pengamat bola coba suruh main bola pasti gebleg, lha pengamat ekonomi-poltik suruh dia jadi praktisi ya sama seperti pengamat bola tadi, iya kan? ...........
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar