VIVAnews - Pengamat geo politik dan perminyakan menilai pemerintah belum serius mengatasi masalah penurunan produksi minyak nasional. Bahkan pemerintah tidak mengagendakan penurunan produksi minyak sebagai program pemerintah.
"Ini patut menjadi perhatian kita," kata pengamat Dirgo Purbo dalam diskusi di MNC Tower, Kebon Sirih, Jakarta, Senin 15 Maret 2010.
Menurut dia, kondisi yang terjadi saat ini, bukan karena tidak ada cadangan minyak. Namun, karena tidak ada penambahan eksplorasi dan produksi lapangan baru.
"Sebenarnya saya ingin, kalau aliran dana Century sebesar Rp 6,7 triliun digunakan untuk melakukan pengeboran sumur minyak, kita bisa ngebor 670 sumur. Katakan satu sumur produksinya 2 ribu barel per hari, maka produksi minimal yang diperoleh 1,4 juta barel," tutur dia sambil tertawa.
Dengan demikian, bila program itu dilaksanakan, perekonomian Indonesia akan membaik. Indonesia bisa menjadi net eksportir minyak dan bisa bergabung dengan OPEC lagi.
hadi.suprapto@vivanews.com