VIVAnews - Kenaikan harga saham-saham di sektor properti, infrastruktur, dan keuangan mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat pada akhir transaksi Senin 15 Maret 2010.
Penguatan indeks saham pada tiga sektor itu membawa IHSG naik tipis 3,09 poin (0,11 persen) menjadi 2.669,6. Volume transaksi mencapai 13,69 juta lot senilai Rp 2,97 triliun dengan frekuensi 91.916 kali.
Sebanyak 112 saham menguat, 83 melemah, 74 stagnan, dan 224 saham tidak terjadi transaksi. IHSG sempat menyentuh level tertinggi 2.683,1 dan terendah 2.658,55.
Meski di awal sesi sempat tertekan, IHSG akhirnya mampu berbalik menguat pada penutupan perdagangan hari ini. Kenaikan IHSG tersebut sudah mulai terlihat sejak akhir sesi pertama transaksi.
Pada akhir transaksi sesi pertama IHSG terangkat ke level 2.677,93 atau naik 11,42 poin (0,42 persen).
Pengamat pasar saham Willy Sanjaya mengatakan, aksi beli selektif yang dilakukan pemodal mendorong IHSG kembali bertahan di area positif.
"Saham-saham perbankan terbukti kembali menopang kenaikan indeks," kata dia kepada VIVAnews di Jakarta.
Analis lain menilai, tren naik akan berlanjut jika indeks mampu menembus resistance di level 2.689 dengan target kenaikan di posisi 2.720.
Saham-saham yang menopang kenaikan IHSG di antaranya PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menguat Rp 1.150 (3,48 persen) menjadi Rp 34.150, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terangkat Rp 100 (1,96 persen) ke level Rp 5.200, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik Rp 50 (1,05 persen) di posisi Rp 4.800.
Sementara itu, di bursa Asia, indeks Hang Seng melemah 130,64 poin (0,62 persen) menjadi 21.079,1, Nikkei 225 berbalik menguat ke level 10.751,08 atau naik tipis 0,72 poin (0,01 persen), dan Straits Times melemah 5,37 poin (0,19 persen) ke posisi 2.875,99.
arinto.wibowo@vivanews.com