Kisah Djarum, Dari Rokok Jadi Terkaya Dunia

Bahkan, Hartono bersaudara sukses membawa Djarum menguasai pasar kretek di AS.

Senin, 15 Maret 2010, 11:19 WIB
Hadi Suprapto
ilustrasi rokok (www.dicts.info)

VIVAnews - Prestasi bisnisnya luar biasa. Djarum yang didirikan Oei Wie Gwan di Kudus, 57 tahun lalu. Kini perusahaan itu berkembang menjadi produsen rokok kretek yang masuk terbesar ketiga di Indonesia.

Bahkan, Hartono bersaudara, Bambang Hartono dan Budi Hartono, mengklaim sukses membawa Djarum menguasai pasar kretek di Amerika.

Bisnis rokok kian dicermati menyusul munculnya fatwa haram merokok dari Muhammadiyah. Organisasi masa itu menganggap rokok ditengarai sebagai produk berbahaya yang mengandung 4.000 zat kimia, di mana 69 di antaranya adalah pencetus kanker.

Beberapa zat berbahaya di dalam rokok tersebut di antaranya tar, sianida, arsen, formalin, karbonmonoksida, dan nitrosamin. Karena itu, Muhammadiyah menganggap bahwa rokok adalah haram.

Kisah Djarum berasal dari kota kecil Kudus. Pada 1951, Oei Wie Gwan membeli perusahaan rokok kretek kecil bernama Djarum Gramophon. Lalu Oei mengubah namanya menjadi Djarum. Oei memasarkan kretek dengan merek Djarum, dan ternyata sukses.

Namun, pada 1963 terjadi kebakaran yang hampir memusnahkan seluruh usahanya. Bukan bangkrut, melainkan Oei berhasil membawa Djarum bangkit melalui peremajaan mesin-mesin miliknya. Tak lama setelah itu, Oei meninggal dunia.

Di bawah kendali dua anaknya, Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono, pada tahun 1972 Djarum mulai mengeskpor produk rokoknya ke luar negeri. Tiga tahun kemudian Djarum memasarkan Djarum Filter, merek pertamanya yang diproduksi menggunakan mesin. Lalu diikuti Djarum Super yang diperkenalkan pada 1981. Kini perusahaan ini telah memiliki lebih dari 75 ribu karyawan.

Selain dunia rokok, Djarum juga dikenal aktif terlibat dalam dunia bulutangkis. Klub bulutangkisnya, PB Djarum, telah menghasilkan pemain-pemain kelas dunia seperti Liem Swie King dan Alan Budikusuma.

Kini, Djarum menjadi salah satu taipan kondang dunia asal Indonesia. Berawal dari rokok, kekayaan kakak beradik melonjak tajam. Michael dan Budi Hartono, masing-masing memiliki kekayaan US$ 3,5 miliar atau total US$ 7 miliar (sekitar Rp 65 triliun) dan menempati peringkat 258 orang terkaya dunia.

hadi.suprapto@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
jasmiarto
05/09/2011
Gila bener tu perusahaan djarum bisa nguasain pasaran rokok di AS,,aq bangga bisa bergabung menjadi bagian kecil keluarga Djarum,meskipun hanya sebagai motorist..... good luck to Djarum......
Balas   • Laporkan
aL Hadsee
07/12/2010
inilah wajah2 (Budi Hartono bersaudara) membanggakan indonesia, SALUTE!..yang lain kutu kupret..ngomong haram segala macem..padahal diam2 menikmati.. contoh mereka baiknya,,pasti baik bt kita semua..
Balas   • Laporkan
warga kudus
04/12/2010
"djarum", brand rokok yg sgt membanggakan kota kecilku.. mucul dr smgt luar biasa, berawal dr pengusaha petasan yg terbakar bbrp kali dan beralih usaha menjadi bakul tembakau hingga akhirnya memproduksi rokok ternama hingga mancanegara.. sukses buatmu..
Balas   • Laporkan
alel ahmad
03/12/2010
jangan hanya bicara haram boss...birokrasi tuh dibenerin!!sukses buat Djarum,semoga tidak hanya bulu tangkis yang diurusin..pling tdk bisa memberi arah pandangan baru dunia ekonomi ke indonesia
Balas   • Laporkan
pichan
16/03/2010
diganti aja tobacco-nya ma daun teh... biar sehat & ga haram... wkwkwkwkwk...
Balas   • Laporkan
Suseno
16/03/2010
Sebaiknya dibuat buku riwayat hidup Hartono Brothers khususnya strategi pengembangan bisnisnya sehingga akan muncul pengusaha2 tangguh lainnya. Adakah penulis yg berminat ?
Balas   • Laporkan
wandy
16/03/2010
hebat gigih dan ulet dlm bekerja
Balas   • Laporkan
budi
16/03/2010
Fatwa haram dan mengharamkan sesuatu bukan menjadi bagian otoritas umat manusia, namun sepenuhnya milik Tuhan, artinya Ia melalui hambaNya yang terpilih (nabi) akan menyampaikan hal tersebut kepada umatnya, bukan seperti sekarang orang dapat dengan senak
Balas   • Laporkan
yehezkiel
16/03/2010
saya bangga sama2 orang indo, tp bisa mewakili indo ke tingkat internasional, walaupun kalian berasal dari kota kecil tetapi bisa membawa nama bangsa....go...go...go...sukses
Balas   • Laporkan
arief ipien
15/03/2010
fantasstiiss. . Bombastiiss
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ