Jelang Nyepi, Transaksi Saham Sepi

IHSG berpotensi bergerak pada kisaran 2.640 - 2.683. Libur Nyepi, mempengaruhi pasar.

Senin, 15 Maret 2010, 08:00 WIB
Hadi Suprapto, Antique
Pialang di lantai Bursa Efek Indonesia (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia berpeluang berbalik arah menguat (rebound). Namun libur Hari Raya Nyepi, bisa mempengaruhi niat beli Investor dan menahan potensial pergerakan positif.

"Pelaku pasar sepertinya lebih memilih wait and see (mencermati)," kata Purwoko Sartono, research analyst PT Panin Sekuritas Tbk kepada VIVAnews di Jakarta, Jumat sore, 12 Maret 2010.

Dia memproyeksikan, indeks Senin, 15 Maret 2010, berpotensi bergerak di kisaran level batas bawah (support) 2.640 dan batas atas (resistance) 2.683.
 
Pada transaksi Jumat, indeks kembali berakhir negatif di posisi 2.666.51, terkoreksi 10,01 poin (0,38 persen) dari perdagangan Kamis, 11 Maret 2010, yang menguat tipis 6,30 poin atau 0,23 persen ke level 2.676,52.

Sedangkan bursa Asia, akhir pekan lalu bergerak variatif. Indeks Hang Seng melemah 18,46 poin (0,09 persen) di posisi 21.209,74, tapi Nikkei 225 naik 86,31 atau 0,81 persen menjadi 10.751,26, dan Straits Times terangkat 7,45 poin (0,26 persen) ke level 2.881,36.

Bursa Wall Street pada perdagangan Jumat sore waktu New York atau Sabtu dini hari WIB pun variatif. Indeks harga saham Dow Jones terangkat 12,85 poin (0,12 persen) menjadi 10.624,69, tapi indeks harga saham indikator Standard & Poor s 500 turun 0,25 poin atau 0,02 persen ke level 1.149,99, dan indeks harga saham teknologi Nasdaq melemah 0,80 poin (0,03 persen) di posisi 2.367,66.

Purwoko berpendapat, IHSG awal pekan ini diperkirakan bakal sepi dari transaksi pelaku pasar, seiring dengan peringatan libur Hari Raya Nyepi besok.

Namun, kata dia, indeks masih berada dalam tren positif (bullish) untuk beberapa waktu mendatang. Sebab, penurunan IHSG Jumat lalu masih koreksi wajar karena terjadi aksi ambil untung semata.

Sedangkan menurut analis PT Reliance Securities Tbk Gina Novrina Nasution, IHSG Senin ini berpotensi rebound, seiring Lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor’s (S&P) yang menaikkan long-term foreign currency rating Indonesia menjadi BB dari semula BB- dan long-term local currency tetap di BB+.

"Outlook untuk kedua rating ini ditetapkan positif," kata dia.

Dengan peningkatan rating itu, dia menambahkan,investasi dan outlook Indonesia positif sehingga bisa mendorong masuknya investor asing (capital inflow).

Rekomendasi Purwoko menyarankan, akumulasi saham pilihan seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), dan PT Bakrie Sumatera Plantatios Tbk (UNSP).

hadi.suprapto@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ