VIVAnews - Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara, Dahlan Iskan, tak mau disalahkan kalau tarif dasar listrik (TDL) naik. Dahlan juga mengatakan bahwa kenaikan tarif dasar listrik ini bukan menjadi penyebab utama biaya produksi usaha menjadi tinggi.
Dahlan mengatakan bahwa listrik dalam sebuah komponen produksi hanya sebagian kecil dari faktor biaya tinggi. Banyak faktor lain yang lebih penting dan perlu disoroti untuk segera diperbaiki.
Dalam proses produksi itu, Dahlan mengibaratkan layaknya sebuah gelas yang sudah penuh air. Kemudian kalau harga listrik itu dinaikkan, maka tumpahlah air dalam gelas itu.
"Listrik itu sebetulnya masalah yang datang terakhir saja, apakah betul listrik itu membuat high cost gitu? Sebetulnya banyak hal lain yang lebih membuat high cost," kata Dahlan di Kantor Menko Perekonomian, Jumat 12 Maret 2010.
"Jadi kenapa tidak hal lain ini yang lebih dulu diatasi baru kemudian listrik," katanya. Dengan demikian ketika faktor lain itu telah disingkirkan maka kenaikan listrik pun tidak memberatkan industri.
Dalam bentuk apa kompensasinya, Dahlan belum mengusulkan. Tapi dari tim pengawas pelaksanaan FTA yang telah menggelar rapat di Kantor Menko Perekonomian sore ini, ada sejumlah usulan kompensasi ke industri. Kompensasi atas kenaikan listrik itu semisal untuk sektor ekspor, sektor pajak, atau di sektor pelabuhan.
"Kami masih akan rapat lagi untuk membahasnya," kata dia.
Selain itu tim juga masih meminta informasi detail dari para pengusaha perihal benar tidaknya kenaikan listrik itu akan mempengaruhi biaya produksi.
"Kami sudah bersepkat akan melakukan inventarisasi industri apa saja yang paling terpukul dan itu akan dicarikan jalan keluarnya," kata dia.
hadi.suprapto@vivanews.com