Akhirnya IHSG Tak Tahan Tekanan Jual

Indeks di BEI terkoreksi 0,38% ke level 2.666. Namun, rupiah menguat di posisi 9.154/US$

Jum'at, 12 Maret 2010, 16:30 WIB
Antique
Mencermati pergerakan saham (www.geckoandfly.com)

VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia akhirnya berakhir melemah, setelah lima hari berturut-turut bercokol di teritori positif.

Analis PT Sucorinvest Central Gani Gifar Indra Sakti berpendapat, indeks harga saham gabungan akhir pekan ini melemah akibat ramainya aksi ambil untung (profit taking) investor terhadap saham-saham grup Astra yang sebelumnya menjadi primadona.

"Terlihat, saham-saham grup Astra yang paling besar mengontribusi pelemahan IHSG di akhir sesi II," kata dia kepada VIVAnews di Jakarta, Jumat, 12 Maret 2010.

Dia mengakui, tekanan jual yang terjadi pada saham-saham papan atas (blue chips) sektor infrastruktur, seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) turut menjadi katalis. "Apalagi, meski Dow Jones semalam positif, tapi bursa regional Asia mixed (berfluktuasi)," ujar Gifar.

Saham-saham grup Astra yang banyak mengalami tekanan jual, kata Gifar, di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

IHSG pada penutupan transaksi akhir pekan ini, terkoreksi 10,01 poin atau 0,38 persen ke level 2.666,51. Melanjutkan akhir sesi I tadi, yang melemah 6,90 poin (0,26 persen) di posisi 2.669,62.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 4,13 triliun dan volume tercatat 19,45 juta lot, dengan frekuensi 101.139 kali. Sebanyak 113 saham menguat, 89 melemah, 83 ditutup stagnan, serta 208 saham tidak terjadi transaksi.

Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 631,76 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp 574,87 miliar.

Sedangkan bursa Asia, saat IHSG berakhir bergerak variatif. Indeks Hang Seng melemah 18,46 poin (0,09 persen) di posisi 21.209,74, tapi Nikkei 225 naik 86,31 atau 0,81 persen menjadi 10.751,26, dan Straits Times terangkat 7,45 poin (0,26 persen) ke level 2.881,36.

Di Bursa Efek Indonesia, terlihat ASII terkoreksi Rp 600 atau 1,51 persen ke level Rp 39.000 dan UNTR melemah Rp 150 (0,86 persen) di posisi 15.250.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.154 per dolar AS dari transaksi siang tadi yang berada di level 9.160/US$.

Sedangkan berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.185 per dolar AS. Pada perdagangan Kamis, 11 Maret 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di kisaran level 9.185-9.195/US$.

antique.putra@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ