VIVAnews - Pemerintah secepatnya merealisasikan pembatasan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk mobil pribadi.
"Kita serius mengarah ke arah sana," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh di Kementerian Energi, Jakarta, Jumat 12 Maret 2010.
Menurut Darwin, seharusnya mobil pribadi sudah saatnya tidak disubsidi. Menurut dia, selama ini Indonesia masih terbawa tradisi kebijakan harga yang sebetulnya tidak realistis, sehingga masyarakat terbiasa disubsidi.
Kondisi inilah yang menyebabkan masyarakat menjadi boros energi. "Masyarakat kurang bersentuhan dengan harga realistis. Kalau sudah bersentuhan dengan harga kekonomian, mereka baru bisa hemat," tutur Darwin.
Guna merealisasikan pembatasan ini, Darwin menjelaskan, pemerintah mulai melakukan persiapan-persiapan teknis untuk melakukan pembatasan konsumsi BBM. "Kita semua tahu, subsidi sudah tidak pantas," ujarnya.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Evita Herawati Legowo menjelaskan, hingga saat ini subsidi BBM yang ditetapkan dalam APBN 2010 masih aman, walaupun harga keekonomian premium dan solar di pasar internasional menyentuh harga US$ 1 per liter.
hadi.suprapto@vivanews.com