Bisnis

Sesi II, Saham Lapis Dua Diburu

Sahamnya di antaranya PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).

Jum'at, 12 Maret 2010, 11:49 WIB
Antique
Bursa Efek Indonesia (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Saham-saham lapis dua (second liner) diprediksi akan diminati pelaku pasar, meski indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada sesi II berpotensi melanjutkan pelemahan.

Menurut Deni Hamzah, manajer investasi PT Reliance Asset Management, saham-saham lapis dua akan menjadi penopang pergerakan IHSG pada sesi dua agar tidak terkoreksi tajam. Sebab, second liner bakal diburu pemodal seiring harganya yang secara umum jauh tertinggal.

"Selain itu, secara fundamental juga masih menjanjikan," kata dia kepada VIVAnews di Jakarta, Jumat, 12 Maret 2010.

Dia mengakui, saham lapis dua yang bakal diakumulasi investor pada sesi kedua di antaranya PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), dan PT Bakrieland Development Tbk (ELTY). "Tapi sepertinya selektif beli saham blue chips (unggulan) tetap terjadi, terutama pada TLKM (PT Telekomunikasi Indonesia)," tutur Deni.

Sedangkan penurunan IHSG pada sesi I, kata Deni, terpicu adanya aksi ambil untung (profit taking) pelaku pasar terhadap sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar (big caps) di sektor perbankan, infrastruktur, dan grup Astra. "Bahkan, sektor konsumsi yang kemarin menjadi penopang IHSG juga sudah tidak ramai lagi," ujarnya.

IHSG akhir sesi I Jumat, melemah 6,90 poin atau 0,26 persen ke level 2.669,62 dari awal transaksi pagi tadi yang menguat 2,53 poin (0,09 persen) di posisi 2.679,05.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 1,38 triliun dan volume tercatat 8,17 juta lot, dengan frekuensi 51.893 kali. Sebanyak 75 saham menguat, 89 melemah, 91 stagnan, serta 238 saham tidak terjadi transaksi.

Saham big caps bank dan infrastruktur yang mengontribusi pelemahan IHSG cukup besar di antaranya PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terkoreksi Rp 50 atau 1,04 persen ke level Rp 4.750 dan TLKM melemah Rp 50 (0,58 persen) di posisi Rp 8.550.

Sedangakan bursa Asia, saat IHSG tutup bergerak variatif. Indeks Hang Seng terkoreksi 15,92 poin (0,07 persen) di posisi 21.212,28, Nikkei 225 naik 56,44 atau 0,53 persen menjadi 10.721,39, dan Straits Times menguat 2,54 poin (0,09 persen) ke level 2.876,45.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg, rupiah pukul 11.30 WIB, berada di posisi 9.160 per dolar AS. Sedangkan menurut data RTI, mata uang lokal tersebut berada di level 9.156/US$.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
hendra
12/03/2010
Khususnya ELTY,sesi II bakal di koleksi oleh beberapa investor asing dengan target penutupan Rp 280 perlembar
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial