Bisnis

Gurita Bisnis Sitorus, Orang Kaya dari Batak

Total pendapatan Wilmar akhir Desember 2009 mencapai US$ 23,9 miliar atau Rp 220 triliun.

Jum'at, 12 Maret 2010, 11:45 WIB
Heri Susanto
Martua Sitorus (The Business Times)

VIVAnews - Di dunia bisnis nasional Martua Sitorus tak banyak dikenal. Namun, nama ini masuk dalam daftar 1.000 orang terkaya dunia versi majalah Forbes.

Bila tahun lalu dia menempati peringkat 522 terkaya di dunia dengan jumlah kekayaan US$ 1,4 miliar atau sekitar Rp 13 triliun, kini kekayaan Martua meningkat menjadi US$ 3,0 miliar atau sekitar Rp 27,5 triliun. Peringkat pun terdongkrak menjadi 316.

Martua lahir di Pematang Siantar dan mendapat gelar sarjana ekonomi dari Universitas HKBP Nommensen, Medan. Nama kecilnya, Thio Seng Hap dan dipanggil A Hok.

Warga Batak keturunan Tionghoa mengendalikan bisnisnya dari negeri tetangga Singapura, dengan bendera Wilmar International Limited. Wilmar adalah perusahaan agrobisnis terbesar di Asia, serta emiten yang tercatat di bursa efek Singapura dengan kapitalisasi terbesar.

Total pendapatan Wilmar pada akhir Desember 2009 mencapai US$ 23,9 miliar atau Rp 220 triliun. Sedangkan, laba bersih perusahaan yang dihimpun mencapai US$ 1,8 miliar atau sekitar Rp 17 triliun.

Untuk memperoleh pendapatan lebih dari Rp 200 triliun, Sitorus telah merintis bisnis perdagangan kelapa sawit sejak 1991. Hampir 20 tahun kemudian, bisnisnya berkembang pesat dan terintegrasi, mulai dari perkebunan, pabrik pengolahan, pengepakan hingga pemasarannya.

Berikut ini gurita bisnis Martua Sitorus seperti disebutkan dalam website Wilmar International. 

1. Perkebunan

Di sektor perkebunan, Wilmar memiliki kebun sawit yang tersebar di Indonesia dan Malaysia. Di Indonesia, perkebunannya berlokasi di Sumatra, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, sedangkan di Malaysia tersebar di Sabah dan Serawak. Hingga 31 Desember 2008, Wilmar menguasai 500 ribu hektar kebun, sebanyak 200 ribu hektar sudah ditanami.

2. Pabrik pengolahan

Wilmar memiliki pabrik pengolahan minyak sawit mentah yang berlokasi di sejumlah negara, mulai dari Indonesia, Malaysia, China, India hingga Eropa. Dari pabrik ini, dia memproses minyak sawit mentah (CPO) menjadi minyak goreng, kosmetik hingga bahan baku obat-obatan.

Di Riau, pada 2007, ia membangun tiga pabrik biodiesel, masing-masing memiliki kapasitas produksi 350.000 ton per tahun, sehingga total kapasitasnya 1,050 juta ton per tahun.

3. Produk akhir

Dari pabrik pengolahan, Wilmar kemudian mencampur dan mengemasnya dalam berbagai jenis produk akhir untuk dipasarkan kepada konsumen. Produk itu dijual terutama di tiga pasar besar dunia, yakni Indonesia, China dan India, juga di Vietnam dan Bangladesh.

Di Indonesia, Wilmar menjual minyak goreng dengan merek Sania dan Fortune yang diproduksi oleh PT Multimas Nabati Asahan. Sedangkan, di India mereka menjual minyak goreng merek Fortune, Jubilee, Raag, Alpha dan Aadhar. Di China, mereknya Orchid, Gold Ingot, Hiaqi, Baihehua dan lainnya.

4. Pupuk
Wilmar juga bermain di pabrik pupuk untuk menopang usaha perkebunannya. Jenis pupuk yang dihasilkannya adalah pupuk NPK.

heri.susanto@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
Pandapotan Manurung Sitorus
09/08/2010
Baaahhh....hepeng semua kah itu??betul-betul Martua..kau Bah..bagi2lah sikit sama yg gak mampu.
Balas   • Laporkan
susy berliana siagian
27/04/2010
Pak Sitorus yang terhormat, Selamat & Sukses buat Bpak selalu.... tpi Pak Susy mau nanya apakah ada lowongan di Perusahaan Bpak(Wilmar) Saya jur DIII Komputer & S1 Manajemen. Tlong infonya ya Pak.....??? THANK'S & GBU
Balas   • Laporkan
Erijon sitorus
27/04/2010
Slmt Bp.Martua Sitorus engkau telah di percaya TUHAN untuk mengelola bumi ini seperti Bp.Abraham yang semakin kaya dan sangat kaya dan semakin terkaya tapi jangan lp seperti Bp.lot setelah di berkati terjadi malapetaka di sodam dan gomora krn beliau tidak
Balas   • Laporkan
Erijon sitorus
27/04/2010
Slmt Bp.Martua Sitorus engkau telah di percaya TUHAN untuk mengelola bumi ini seperti Bp.Abraham yang semakin kaya dan sangat kaya dan semakin terkaya tapi jangan lp seperti Bp.lot setelah di berkati terjadi malapetaka di sodam dan gomora krn beliau tidak
Balas   • Laporkan
kubenk
22/04/2010
unang lupa tu "bona pasogit" & "martabe" jg...gbu
Balas   • Laporkan
goikon sihombing
21/03/2010
orang batak itu memang hebat,pak sitorus terus berjuang dan ingat bonapasogit
Balas   • Laporkan
christmas
14/03/2010
Pak Sitorus dipilih Tuhan menjadi salah satu orang terkaya di dunia adalah untuk jadi saluran berkat buat orang lain dan kemuliaan Allah ditinggikan.
Balas   • Laporkan
haposan Theodorus Sihotang
12/03/2010
selamat dan sukses selalu n jangan lupa tanah kelahiran dan rekrutlah karyawan orang batak termasuk saya, terima kasih
Balas   • Laporkan
Lazarus
12/03/2010
Yah...org bekerja keras pasti ada hasilnya..tapi yg terpenting adalah setelah diberkati dengan berjibun harta...untuk apakah harta itu..? untuk diri sendiri atau untuk kemuliaan bagi Tuhan..
Balas   • Laporkan
EDISON HUTAHAEAN
12/03/2010
Pak Sitorus Yg Budiman, "Semoga anda bisa menjadi saluran berkat bagi semua orang" GBU
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial