VIVAnews - Pengusaha tak punya pilihan selain menaikkan harga jual produknya, jika rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dan pemangkasan pasokan gas tetap dilakukan.
Seperti diketahui, PT PLN (Persero) tengah menggodog rencana kenaikan TDL sebesar 15 persen per Juli 2010. Sedangkan, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) berniat memangkas pasokan gas bagi industri sebanyak 20 persen per April 2010.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman menuturkan, jika dua komponen energi tersebut sesuai rencana akan dinaikkan dan dipangkas, harga jual produk makanan dan minuman olahan diperkirakan naik minimal lima persen.
Padahal, pada awal tahun lalu, harga produk ini secara rata-rata telah mengalami kenaikan 10 persen.
"Komponen energi di industri makanan dan minuman mencapai 10 persen dari total biaya produksi. Jika TDL jadi naik dan gasnya dipangkas, per Juli nanti harga produk naik sekitar lima persen," kata Adhi di Jakarta, Jumat, 12 Maret 2010.
Adhi mengakui, beberapa pengusaha makanan minuman telah diminta PGN untuk meneken kontrak baru dengan suplai gas yang terpangkas pada akhir bulan ini. Pengurangan gas bervariasi, dari 20 hingga 40 persen dan berlaku mulai 1 April 2010. Kontrak baru tersebut dievaluasi setiap 6 bulan.
"Selain itu yang memberatkan kami, PGN syaratkan bank guarantee untuk pembelian gas, padahal sebelumnya belum pernah seperti itu," ujarnya. Dengan persyaratan jaminan dari bank tersebut, berarti pengusaha harus merogoh kocek lebih dalam, meski merupakan pelanggan lama PGN.
Pengusaha, kata Adhi, berharap krisis pasokan gas dapat terselesaikan maksimal dalam waktu dua bulan ke depan. Jika tidak, konsumen yang menjadi korban dengan tingginya harga jual produk. Akibatnya, target inflasi yang rendah akan sulit tercapai.
Meski demikian, dia mengaku kabar baiknya, hingga saat ini belum ada investor di industri makanan dan minuman yang menunda atau membatalkan niatnya untuk ekspansi di Indonesia.
Misalnya Jepang, Adhi mengatakan beberapa investor negara itu tengah melirik beberapa mitra lokal untuk membangun proyek patungan (joint venture) dalam mengalihkan sebagian industri agro dari China ke Indonesia.
antique.putra@vivanews.com