Bisnis

Pemerintah Topang Pengembangan Agribisnis

Saat ini, masih banyak rongga, sehingga agribisnis belum menyatu dengan sistem ekonomi.

Jum'at, 12 Maret 2010, 10:32 WIB
Arinto Tri Wibowo, Bayu Galih
  (Fanny Octavianus)

VIVAnews - Wakil Presiden Boediono mengatakan Indonesia ingin mengejar ketertinggalan di bidang pembangunan agribisnis. Untuk itu, bidang agribisnis akan menyatu dan saling mendukung dalam sistem ekonomi.

Hal itu diungkapkan Boediono dalam sambutannya pada pembukaan Agrinex International Expo di Jakarta Convention Center, Jakarta 12 Maret 2010.

"Di negara maju tidak terpisahkan antara agribisnis dan sistem ekonomi lainnya seperti agrikultur, manufaktur, dan jasa lainnya," kata Boediono.

Saat ini, Boediono masih melihat banyak rongga, sehingga agribisnis belum menyatu dengan sistem ekonomi. Menurut Wapres, pemerintah akan membantu dalam tiga hal agar agribisnis bisa menjadi penyambung dengan bidang ekonomi lain.

Pertama, pembangunan infrastruktur. "Kita masih ketinggalan, dan ini yang akan kita kejar dalam lima tahun ke depan," ujar Boediono.

Kedua, adalah infrastruktur lunak. Boediono menjelaskan, dua hal yang akan dilakukan pemerintah adalah pada kelembagaan dan kebijakan atau aturannya. "Kasat mata, tapi menentukan keberhasilan," ujar Boediono.

Ketiga, pemerintah akan memberi dukungan dalam pengembangan sumber daya manusia. "Sumber daya manusia berupa pelaku usaha yang andal. Juga sumber daya manusia yang berkualitas untuk menghasilkan teknologi," tutur Boediono.

Boediono kemudian juga meminta seluruh stakeholder di bidang agribisnis untuk bersinergi. "Tidak akan menghasilkan manfaat jika tidak disinergikan satu sama lain," kata Boediono.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial