VIVAnews - Sentimen positif bursa Wall Street disinyalir menjadi pemicu penguatan kembali indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia. Meski, diprediksi terkoreksi saat awal transaksi akhir pekan ini.
Menurut analis PT Sucorinvest Central Gani Gifar Indra Sakti, pelaku pasar ternyata masih melakukan aksi beli, meski posisi IHSG sudah masuk area negatif dan cenderung terkoreksi.
"Mungkin, terbawa angin segar penguatan indeks Dow Jones dan bursa AS lainnya semalam," kata dia kepada VIVAnews di Jakarta, Jumat, 12 Maret 2010.
Gifar memproyeksikan, IHSG pada hari ini akan bergerak dalam kisaran batas bawah (support) 2.663 dan batas atas (resistance) 2.688.
IHSG menguat 2,53 poin (0,09 persen) ke level 2.679,05 pada awal transaksi akhir pekan ini. Melanjutkan pra pembukaan (pre-opening) tadi, di mana indeks naik 1,19 poin atau 0,04 persen di posisi 2.677,72.
Sedangkan bursa Asia, saat IHSG dibuka bergerak variatif. Indeks Hang Seng melemah 60,45 poin (0,28 persen) ke level 21.167,75, Nikkei 225 terangkat 43,52 atau 0,41 persen menjadi 10.708,47, dan Straits Times 225 turun 1,05 (0,04 persen) di posisi 2.872,86.
Bursa Wall Street pada perdagangan Kamis sore waktu New York atau Jumat dini hari WIB pun kembali positif. Indeks harga saham Dow Jones terangkat 44,51 poin (0,42 persen) menjadi 10.611,84, indeks harga saham indikator Standard & Poor's 500 naik 4,63 poin atau 0,40 persen ke level 1.150,24, dan indeks harga saham teknologi Nasdaq menguat 9,51 poin (0,40 persen) di posisi 2.368,46.
Sementara itu, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang pada perdagangan kemarin ditutup menguat di posisi Rp 2.525, pagi ini dibuka stagnan di level yang sama.
antique.putra@vivanews.com