Calon Deputi BI

Krisna Wijaya, Piawai Soal Manajemen Risiko

Krisna akan bersaing dengan dua direktur Bank Indonesia, Halim Alamsyah dan Perry Warjiyo.

Jum'at, 12 Maret 2010, 08:39 WIB
Arinto Tri Wibowo, Nur Farida Ahniar
Krisna Wijaya (Blog. Krisna Wijaya)

VIVAnews - Pekan ini, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menerima pengajuan tiga nama calon deputi gubernur Bank Indonesia (BI) dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Tiga nama itu diusulkan Presiden SBY untuk menggantikan Deputi Gubernur BI Siti Fadjrijah yang akan habis masa jabatan pada 9 Juni 2010.

Sesuai ketentuan undang-undang, Presiden harus mengajukan usulan nama calon pengganti tiga bulan sebelum berakhir masa jabatan deputi gubernur BI yang masih menjabat.

Dari tiga nama calon itu, salah satunya adalah Krisna Wijaya. Bankir senior itu akan bersaing dengan Direktur Riset Ekonomi dan Kajian Moneter BI Perry Warjiyo dan Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Halim Alamsyah.

Kariernya selama 25 tahun di industri perbankan dihabiskan di PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Krisna memulai masa kerjanya pada 1980 hingga 2005 dan pernah menduduki direktur operasional (2000-2003), direktur usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada 2003-2005, dan komisaris BRI (Mei-September 2005).

Dia juga pernah menjabat direktur Lembaga Pendidikan Perbankan Indonesia (LPPI) pada 2005 dan kepala eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (2005-2007). Saat ini dia menjabat sebagai komisaris PT Bank Danamon Tbk.

Di Bank Danamon, Krisna memperoleh penugasan khusus sebagai anggota komite pemantau risiko. Dia merupakan bankir yang ahli di bidang kredit, keuangan, pasar modal, dan manajemen risiko.

Pria lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) jurusan Pertanian pada 1980 itu kemudian memutuskan mengundurkan diri sebagai kepala eksekutif LPS per 1
Januari 2008.

Krisna yang menjabat kepala eksekutif sejak LPS efektif beroperasi pada 22 September 2005 itu mengatakan pengunduran dirinya dilakukan agar lebih fokus menyelesaikan program doktor jurusan Studi Antarbidang di Paska Sarjana Universitas Gadjah Mada.

Peraih gelar magister di Magister Manajemen UGM Yogyakarta pada 1990 itu juga aktif menulis artikel di berbagai surat kabar mengenai perbankan. Dia juga menulis buku Reformasi Perbankan Nasional: catatan kolom demi kolom yang diterbitkan pada 2000.

Pria kelahiran 1950 itu bukan pertama kali dicalonkan menjadi deputi gubernur Bank Indonesia. Pada 2005, Krisna dicalonkan sebagai deputi gubernur BI yang bersaing dengan Siti Fadjrijah.

Komisi XI DPR akhirnya pada 9 Mei 2005 secara aklamasi memilih Siti Fadjrijah sebagai deputi gubernur Bank Indonesia bidang Pengawasan menggantikan Aulia Pohan yang telah pensiun.

Di sela kesibukannya, Krisna menjadi salah satu ketua Paguyuban Puspo Budoyo, yayasan Nirlaba yang bergerak di bidang kepedulian pengembangan seni tradisional ketoprak, ludruk, dan wayang orang.

arinto.wibowo@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ