Calon Deputi BI

Halim Alamsyah, Sosok Ahli Sistemik Century

Jika DPR bersikap objektif, maka Halim merupakan calon yang layak diunggulkan.

Jum'at, 12 Maret 2010, 08:09 WIB
Heri Susanto, Nur Farida Ahniar
Raden Pardede dan Halim Alamsyah (Rosa Panggabean)

VIVAnews - Pemerintah telah mengusulkan tiga nama calon deputi Gubernur Bank Indonesia untuk menggantikan Siti Chalimah Fadjrijah yang segera berakhir masa jabatannya. Salah satu calon yang diusulkan adalah Halim Alamsyah yang akan bersaing dengan tiga calon lainnya, yakni Perry Warjiyo dan Krisna Wijaya.

Siapa Halim Alamsyah?

Halim adalah salah satu sosok pejabat penting di bank sentral. Saat ini, dia menjabat sebagai Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI, direktorat yang berperan strategis dalam meneliti kondisi bank, sekaligus membuat peraturan soal perbankan.

Pria kelahiran Sungai Liat 6 Maret 1957 menempuh pendidikan S1 di UGM dan UII, kemudian melanjutkan Master di Boston University Amerika. Sedangkan, gelar Doktor bidang Ilmu Ekonomi diraih dari Fakultas Ekonomi UI pada 24 September 2008 dengan Disertasi "Persistensi Inflasi dan Dampaknya terhadap Pilihan dan respon Kebijakan Moneter di Indonesia".

Suami Sri Karmiati ini dikaruniai 3 anak. Dari semua calon, Halim merupakan satu-satunya yang belum pernah dicalonkan menjabat sebagai Depui Gubernur BI.

Halim dinilai memiliki kompetensi unik di bidang moneter dan perbankan.
Menurut pengamat ekonomi Bambang PS Brodjonegoro, Halim mempunyai kombinasi unik di dua bidang itu.

Sebagai Direktur yang membawahi penelitian dan pengaturan bank, nama Halim mencuat pada saat proses penentuan kebijakan bail-out Bank Century. Sesuai dengan kewenangannya, Halim menyiapkan bahan-bahan bagi Dewan Gubernur.

Pada saat Rapat Dewan Gubernur yang membahas mengenai pengaruh dampak sistemik Bank Century, Halim yang memberikan presentasi mengenai analisa dampak sistemik Century bagi perbankan nasional.

Analisis itu mengacu pada MoU Uni Eropa yang meluputi 4 aspek yaitu institusi keuangan, pasar uang, sistem pembayaran, dan sektor riil, yang juga kemudian ditambahkan dengan aspek psikologi pasar.

Aspek psikologi pasar ini diyakini sangat penting bagi para bankir dan analis perbankan, namun diragukan oleh kalangan politisi. Dalam situasi krisis, bankir sangat khawatir dengan psikologi dan ciri khas masyarakat Indonesia yang mudah terpengaruh oleh rumor yang berkembang. 

Pada 1997, penutupan 16 bank dengan pangsa pasar hanya 2,3% dari total aset perbankan terbukti menyebabkan psikologis pasar keuangan dan mengakibatkan efek domino terhadap bank umum lainnya sehingga timbul krisis perbankan.

Aspek psikologi pasar ini ditambahkan karena MoU Uni Eropa tak secara serta merta cocok di Indonesia, karena kondisinya berbeda, terutama kondisi sosial politik yang lebih labil dan perangkat kelembagaan yang belum mapan dibandingkan negara-negara Uni Eropa.

Dalam RDG tersebut akhirnya ditetapkan bahwa Bank Century sebagai bank gagal yang ditengarai berdampak sistemik. Gubernur BI kemudian mengirimkan kepada Menkeu selaku Ketua KSSK melalui surat No 10/232/GBI/Rahasia tanggal 20 November 2008.

Tak jelas apakah peran Halim terkait Bank Century akan menjadi pertimbangan bagi DPR untuk memilih dia atau tidak. Bambang PS Brodjonegoro berpendapat jika DPR bersikap objektif, maka Halim merupakan calon yang layak diunggulkan.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
MSG
12/03/2010
Selain punya pengetahuan, juga harus punya modal kuat, selama yg duduk di dewan masih ada orang orang yang dulu milih Deputy BI MG
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ