VIVAnews - Generasi kedua kerajaan bisnis Teh Botol Sosro, Sutjipto Sosrodjojo, ternyata dikenal sebagai tokoh inovasi di industri makanan dan minuman. Setidaknya demikian menurut teman-teman pengusaha Sutjipto.
"Kami ikut berduka cita karena dia tokoh inovasi," kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI) Thomas Darmawan di sela-sela Rapat Umum Anggota GAPMMI di Jakarta, 11 Maret 2010.
Thomas menjelaskan, pada 1970-1980, tidak banyak yang mengenal teh merek ini. "Tapi akhirnya produk ini menjadi terobosan dan menjadi produk nasional yang diakui di Kadin, yang setidaknya membuat gentar Coca-Cola," kata Thomas.
Jadi, dia menambahkan, Sosro telah membuat inovasi yang hebat, walaupun asal usulnya dari orang Slawi, Tegal, Jawa Tengah.
Regenerasi di Sosro Company, menurut dia, patut dicontoh. Generasi ketiga Sosro yang saat ini menjalankan roda bisnis Sosro telah membuat beberapa perubahan.
"Saat ini, Sosro ternyata jadi leader. You lihat perusahaan multinasional yang dulu tidak kenal teh, akhirnya Coca-Cola buat yang namanya Fresh Tea, Unilever juga buat Lipton Tea, Nestle bikin teh Nest Tea," kata Thomas.
Sutjipto meninggal dunia Rabu lalu pukul 01.15 di Rumah Sakit Mitra Kelapa Gading, Jakarta. Rencananya dia dimakamkan di pemakaman elit San Diego Hills, Karawang, Jumat pagi ini.
biarpun beliau telah meninggalkan kita tp teh botol sosro akan tetap menemani kita...............
istrhtlah dgn tenang,smg amal baikmu diterima disisi allah swt.amin..............
Saya sangat bangga dengan teh sosro , karena saya dulu tinggal di slawi dan tahu bagaimana teh sosro belum terkenal sampai sekarang menjadi sangat terkenal !
Teh Sosro sudah ngetop, pasti banyak yang iri dan ingin menjatuhkan. So, generasi yang ke berapapun dari Sosro dan setiap orang Slawi agar selalu menjaga mutu Teh Sosro dan teh-teh lain dari Slawi. Pemda Tegal perlu kasih penghargaan kepada beliau.
luar biasa...bravo untuk sostro. semoga bisa menjadi pemacu semangat bagi produsen anak negeri lainnya. Pokoknya diera pasar bebas ini, jangan sampai kalah bersaing.