Bisnis

DPR Ancam Boikot Sri Mulyani, Ekonom Resah

Sikap seperti itu, kata Purbaya, menunjukkan ketidakdewasaan anggota Dewan.

Kamis, 11 Maret 2010, 15:16 WIB
Hadi Suprapto, Agus Dwi Darmawan
Menteri Keuangan Sri Mulyani (VIVANews/ Tri Saputro)

VIVAnews - Kepala Ekonom Danareksa Institute Purbaya Yudhi Sadewa mengaku resah dengan adanya kabar perlakuan anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang tidak akan merespon Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati seandainya datang ke DPR. Sikap seperti itu, kata Purbaya, menunjukkan ketidakdewasaan anggota Dewan.

Purbaya pun meminta agar DPR berpikiran lebih maju. "Sikap seperti itu akan membahayakan ekonomi kita sendiri," kata Purbaya di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Kamis 11 Maret 2010. Kemungkinan terburuk, kata dia, investor bisa saja kabar dan ekonomi Indonesia kembali terpuruk.

"S&P rating bisa saja nanti menurunkan peringkat Indonesia, tingkat utang kita akan menurun, penyaluran APBN lambat, infrastruktur tidak jalan akhirnya program-program tidak jalan," katanya.

Crowding out atau kekacauan pasar yang membayangi ekonomi nasional. Purbaya pun mengingatkan kejadian akhir 2008 lalu di mana posisi kas pemerintah lebih banyak menumpuk di Bank Indonesia.

"Kalau sudah seperti itu, maka suku bunga sulit turun," katanya. Tak ayal ekonomi nasional pun bisa lumpuh layaknya krisis 1997/1998. "Kalau DPR ganggu APBN, crowding out bisa terjadi. Jadi mereka perlu hati-hati."

"Kalau bisa keributan parlemen itu digeser ke tempat lain, jangan ke budget (anggaran)," katanya.

hadi.suprapto@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
rakyat kecil
11/03/2010
Para anggota DPR yth, saya jadi bingung. kalian ini bekerja untuk rakyat atau untuk partai. Kerjamu hanya saling menjatuhkan. kasian dong rakyat kecil yang jadi korban. sadarlah.Kami setuju dengan pendapat Alm.GUSDUR bhw DPR=Play Group/TK (emang engga se
Balas   • Laporkan
Boy
11/03/2010
Bukan mencari yang salah tetapi Harus ada yang bertanggung jawab atas pemakaian uang 6,7 T tersebut. Jumlahnya tidak sedikit dan itu adalah uang rakyat.
Balas   • Laporkan
jacko
11/03/2010
Boikot DPR hanya akan membuat kacau ekonomi kita. DPR apa benar mewakili rakyat kalau begini? Apa tidak ada cara lain yang lebih elegant dari boikot soal keuangan negara? Sebagai teknokrat, Sri Mulyani dan Boediono cuma korban politik, karena yang dibidik
Balas   • Laporkan
neo
11/03/2010
kaya lagu aja ! anggota dewan kita ini ! yaitu mau dibawa kemana rakyat yang 230 juta ini oleh anggota dewan !
Balas   • Laporkan
darmo gendul
11/03/2010
jika DPR memboikot sri mulyani yang akan menyampaikan RAPBN-P diboikot maka,kami rakyat akan mengambil alih anggota dewan - wahai anggota dewan yang semakin tidak terhormat, bertindaklah lebih dewasa jangan tetap dikelas PLAY GRUP, tapi sepertinya kelas a
Balas   • Laporkan
orang_awam
11/03/2010
udah makin ketauan aja tuh belangnya anggota dewan (turtama dari partai yang kalah pilpres dulu) bidikannya bukan untuk kesejahteraan rakyat, tapi untuk bales dendam n kekuasaan smata. bravo bu Sri, maju terus, kami masih percaya ibu dan pak Boediono!
Balas   • Laporkan
CELETUKAN
11/03/2010
MBOIKOT ANGGARAN UTK RAKYAT SAMA SAJA MENGKHIANATI RAKYAT
Balas   • Laporkan
aal
11/03/2010
KEPUTUSAN DPR TIDAK DIRESPON POSITIF OLEH PEMERINTAH, SEHARUSNYA PEMERINTAH YANG DISALAHKAN ATAS RENCANA AKSI BOIKOT SMI
Balas   • Laporkan
wildan
11/03/2010
Apakah tdk ada lagi ekonom selain SM dilingkaran SBY? apakah ekonomi RI akan ambruk kalau SM dicopot? Lihat lah betapa besar cost untuk mempertahankan beliau. Pada akhirnya adalah sebuah persoalan "gengsi/ego", Demokrat pun juga oportunis, tdk ingin diper
Balas   • Laporkan
Sentot
11/03/2010
Semakin jelas apa tujuan partai partai dengan memanfaatkan kaki tangan di DPR, pertama kasus bank Century dengan maksud melengserkan petinggi petinggi eksekutif, cadangan dengan boikot petinggi petinggi tersebut mengharapkan pemerintahan tidak effektif, i
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial