VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada sesi II, berpeluang melanjutkan penguatan, meski dengan kisaran sempit.
Robin Setiawan, analis sekuritas di Jakarta berpendapat, antisipasi beli investor lokal maupun asing terhadap sejumlah saham emerging market atau papan atas berfundamental positif sepertinya kembali menopang pergerakan IHSG di sesi dua nanti.
"Antisipasi dilirisnya beberapa laporan keuangan tahun buku 2009 emiten yang positif, juga mendorong terjadinya aksi selektif beli pemodal terhadap saham," kata dia kepada VIVAnews di Jakarta, Kamis, 11 Maret 2010.
Sedangkan pada akhir sesi I, Robin mengakui, IHSG masih berhasil ditutup menguat lebih terpicu aksi spekulasi terhadap saham-saham lapis dua dan tiga. "Kita tahu, indeks tadi sempat melemah karena dalam tiga hari berturut-turut mengalami kenaikan cukup besar," ujarnya.
Dia menuturkan, saham-saham unggulan (blue chips) yang masih diminati investor pada sesi dua nanti di antaranya PT United Tractors Tbk (UNTR) dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA). Sedangkan saham lapis dua yang masih menjanjikan, seperti PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).
IHSG akhir sesi I Kamis, menguat tipis 0,57 poin atau 0,02 persen ke level 2.670,79 dari awal transaksi pagi tadi yang naik 9,92 poin (0,37 persen) di posisi 2.680,14.
Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 1,77 triliun dan volume tercatat 6,09 juta lot, dengan frekuensi 54.212 kali. Sebanyak 87 saham menguat, 79 melemah, 78 stagnan, serta 249 saham tidak terjadi transaksi.
Saham blue chips yang mengontribusi penguatan IHSG cukup besar di antaranya PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) terangkat Rp 350 atau 2,77 persen ke level Rp 12.950 dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menguat Rp 100 (0,36 persen) di posisi Rp 27.200.
Sedangakan bursa Asia, saat IHSG tutup bergerak variatif. Indeks Hang Seng terkoreksi 74,07 poin (0,35 persen) di posisi 21.134,22, Nikkei 225 naik 51,39 atau 0,49 persen menjadi 10.615,31, dan Straits Times melemah 3,71 poin (0,13 persen) ke level 2.858,53.
Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg, rupiah pukul 12.00 WIB, berada di posisi 9.195 per dolar AS. Sedangkan menurut data RTI, mata uang lokal tersebut berada di level 9.159/US$.
antique.putra@vivanews.com