Terkaya di Dunia, Harta Carlos Rp 500 Triliun

Menurut Forbes, dengan aset US$53,5 miliar, putra imigran Lebanon itu menggeser Bill Gates

Kamis, 11 Maret 2010, 11:16 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
Carlos Slim (AP Photo)

VIVAnews - Carlos Slim Helú menerima buku cek pertama pada usia 12 tahun. Dari cek itu, Slim merintis sebuah kerajaan yang dia idam-idamkan.

Impian bocah asal Meksiko blasteran Lebanon itu terwujud. Kini, di usia 70 tahun, dia resmi menjadi pria terkaya dunia versi 2010 menurut majalah bisnis terkemuka, Forbes.

Slim benar-benar telah memiliki kerajaan bisnis, diantaranya perusahaan telekomunikasi Telefonos de Mexico (Telmex) dan operator telepon selular, America Movil. Dia pun memiliki firma pusat perbelanjaan Grupo Sanborns, serta banyak perusahaan lain dalam Carso Group yang mempekerjakan sekitar 210.000 orang di Meksiko.

Saat ini, menurut majalah Forbes, Slim memiliki aset 53,5 miliar atau sekitar Rp 500 triliun. Dengan demikian, dia merebut posisi pendiri Microsoft, Bill Gates, sebagai orang terkaya di dunia tahun ini versi Forbes. Gates sendiri harus puas dengan posisi kedua dengan aset senilai 53 miliar dolar.

Berdasarkan laman situs resminya, putra imigran Lebanon bernama Julián Slim Haddad itu lahir di Kota Mexico City, 28 Januari 1940. Walau sudah memiliki bakat bisnis sejak belia, Slim harus memenuhi tuntutan orang tua, yaitu sekolah hingga sarjana.

Setelah lulus dengan gelar Sarjana Teknik Sipil dari National Autonomous University of Mexico School of Engineering, Slim kemudian serius menekuni bisnis yang menjadi bakatnya. Bisnis Slim pun terus berkembang sehingga membawa dia menjadi konglomerat.  

Meski sekarang tidak lagi ikut campur dalam manajemen sebagian besar perusahaan karena diambil alih oleh anak-anak serta menantunya, Slim tetap aktif menentukan strategi bagi ekspansi bisnis perusahaan, dalam kegiatan kemanusiaan, konstruksi jalan dan bangunan, dan dalam mendapatkan saham di harian The New York Times, serta berbagai upaya ekspansi lain.

Slim mengantongi reputasi sebagai seorang pria yang mampu mengubah nasib perusahaan bermasalah menjadi kisah sukses dan selalu mencari peluang bisnis, meski para pesaing menuduhnya melakukan praktik monopoli dalam pasar telekomunikasi.

Keberuntungannya datang pada 1982 dengan privatisasi Telmex oleh pemerintah Meksiko. Telmex saat ini mendominasi telepon kabel dan pasar akses internet di Meksiko.

Dalam dua tahun terakhir, investasi Slim fokus pada Amerika Latin di mana grup perusahaannya tersebar di 18 negara melalui America Movil dan investasi di sektor infrastruktur.

Slim adalah duda dan ayah dari enam anak. Dia menikah dengan perempuan keturunan Libanon-Meksiko, Soumaya Domit, selama lebih dari 30 tahun hingga istrinya meninggal pada 1999. Kombinasi nama Carlos dan Soumaya menciptakan nama Carso.

Slim yang mengaku tidak menyukai kemegahan dan hura-hura ini juga memiliki sejumlah yayasan dan organisasi untuk membantu kalangan yang paling menderita dalam masyarakat. Penggemar fanatik baseball ini juga aktif mempromosikan budaya dan olahraga.

"Bagaimana rasanya menjadi orang terkaya di dunia dan tinggal di negara dengan 50 juta orang miskin?" tanya seorang wartawan suatu kali, seperti dikutip dari laman Earth Times.

Slim tampak terganggu dengan pertanyaan itu. "Saya tidak akan membawa apapun saat saya mati," jawab pria yang hingga kini tetap tinggal di Mexico City tersebut.

"Dari posisi saya sebagai seorang pebisnis, saya selalu merasa memiliki tanggung jawab besar bagi negara saya, dan saya telah bertindak dengan tepat. Tantangan dalam hidup saya adalah untuk memperbaiki kondisi kesehatan, pendidikan, dan menciptakan lapangan kerja," lanjut Slim.

Bagaimana dengan Indonesia? Berikut ini datanya..

Daftar Taipan RI di Pentas Dunia
No Nama Grup Harta (US$)
258 Michael Hartono Djarum 3,5 miliar
258 Budi Hartono Djarum 3,5 miliar
316 Martua Sitorus Wilmar 3,0 miliar
437 Peter Sondakh Rajawali 2,2 miliar
536 Sukanto Tanoto Raja Garuda 1,9 miliar
828 Low Tuck Kwong Bayan Resources 1,2 miliar
937 Chairul Tanjung Para 1,0 miliar
 

• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
saleem
31/10/2011
jadi manusia harus jadi orang kaya, bukan bermaksud untuk menumpuk harta dan menyembah harta tapi setidaknya tidak jadi beban orang lain, bisa mandiri dan memandirikan orang lain...sehebat-hebatnya org adalah org yang bermanfaat bagi org2 disekitarnya...
Balas   • Laporkan
sora
08/09/2010
orang terkaya di dunia dari 1 sampai 20 adalah orang arab,tapi tdk mau di publikasikan,
Balas   • Laporkan
nana
22/04/2010
yupz.. U'r absolutly right..smua yg ada tu hanya ti2pan TUHAN,tgl bgmn kita membaginya dg yg lain,mskipun kita g' se kaya mrk tp minimal kita bs b'bagi dg yg lebih di bawah kita...msk itu hny berupa senyuman...
Balas   • Laporkan
zaini
13/03/2010
sekaya-kayanya manusia,yang dibawa mati cuma selembar kain kafan.harta yang melimpah hanya akan menjadi rebutan anak menantunya..blm lagi banyak ditanya di alam kubur perihal hartanya..cape' deh.
Balas   • Laporkan
ismu
12/03/2010
Jd orang kaya Indonesia ... tapi domisili di Singapura..sepertinya dia nggak nyaman kanan kirinya orang miskin .
Balas   • Laporkan
chalces
12/03/2010
untuk apa banyak harta tapi tidak ingat kpd TUHAN semoga kita termasuk orang yang demikian Amiiiinnnnnnnnnnnnnnnn...
Balas   • Laporkan
chalces
11/03/2010
untuk apa banyak harta tapi tidak ingat kpd TUHAN semoga kita termasuk orang yang demikian Amiiiinnnnnnnnnnnnnnnn...
Balas   • Laporkan
Meynaz
11/03/2010
every human being has strengths and weaknesses of each individual but you have to prove the perfection of man as the most perfect human beings through the best work you ... go ahead and give the best lesson for me .. thanks
Balas   • Laporkan
kushi
11/03/2010
yupz, bener bgt Jo, give and take not take and give
Balas   • Laporkan
Jo
11/03/2010
Di lihat dri jawbannya, no wonder dia jdi orang terkya. Wah, seandainya semua konglomerat di dunia berpikiran sama... life is for giving...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ