VIVAnews - Salah satu bank ternama, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dikabarkan berminat memiliki saham PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN).
"Kabarnya BCA akan ambil saham Clipan, lewat anak usahanya, BCA Finance," kata sumber VIVAnews di Jakarta, Rabu malam, 10 Maret 2010.
Sekretaris Perusahaan Clipan Finance Tivi Wati ketika dikonfirmasi mengakui, tidak bisa memberikan jawaban mengenai hal tersebut. Sebab, itu bukan menjadi kewenangannya. "Kalau soal itu, menjadi kuasa para petinggi perusahaan," tuturnya kepada VIVAnews di Jakarta, Kamis, 11 Maret 2010.
Seperti diketahui, per 31 Januari 2010, Bank Pan Indonesia memiliki saham berkode CFIN sebesar 54,35 persen dan Mellon Bank NA S/A Mackenzie Cundill Emerging Markets VA 9,6 persen. Sedangkan sisanya dimiliki publik.
Pada perdagangan Rabu, 10 Maret 2010, CFIN ditutup stagnan di level Rp 245. Broker PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas dengan kode broker BJ tercatat sebagai broker yang paling banyak mengoleksi saham Clipan Finance.
Analis PT Optima Sekuritas Ikhsan Binarto berpendapat, rencana tersebut bisa saja terjadi. Sebab, BCA saat ini sedang rajin melakukan aksi korporasi seperti mendirikan bank syariah. "Jadi, bisa jadi ini adalah langkah lain setelah akusisi bank," kata dia.
Apalagi, dia menambahkan, CFIN saat ini masih murah harganya. Sebab, price to earning ratio (PER) baru 3,9 kali dan price to book value (PBV) 0,49 kali.
Seperti diketahui, laba bersih perseroan dari Januari sampai September 2009 tumbuh 12,8 persen menjadi Rp 116,76 miliar atau Rp 44,85 per saham dari periode yang sama tahun lalu Rp 103,49 miliar atau Rp 39,75 per saham.
Membaiknya kinerja keuangan perusahaan pembiayaan ini juga ditopang kenaikan pendapatan usaha yang bertambah 4,4 persen menjadi Rp 247,80 miliar dari Rp 237,28 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) terungkap, pertumbuhan kinerja keuangan didorong turunnya beban usaha dari Rp 94,85 miliar menjadi Rp 86,02 miliar, sehingga laba sebelum pajak meningkat menjadi Rp 161,78 miliar dari Rp 142,44 miliar.
antique.putra@vivanews.com