Bisnis

Pemodal Bakal Buru Saham Industri Semen

Sahamnya seperti PT Semen Gersik Tbk (SMGR) dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).

Kamis, 11 Maret 2010, 09:15 WIB
Antique
Tumpukan semen di sebuah gudang di Jakarta (richarddetrich.files)

VIVAnews - Saham-saham sektor industri semen direkomendasikan untuk diakumulasi. Kebijakan pemerintah melonggarkan kepemilikan asing di bidang infrastruktur disinyalir menjadi pemicunya.

Menurut analis PT Phillips Securities Indonesia Muhammad Habdi, kebijakan pemerintah memberikan kesempatan kepemilikan asing di bidang infrastruktur dari 51 persen menjadi 67 persen akan menjadi sentimen positif bagi pemodal dalam memburu saham-saham di sektor tersebut.

"Terutama, pada saham sektor semen. Sebab, dengan gencarnya pembangunan infrastruktur, otomatis meningkatkan permintaan akan semen," kata dia kepada VIVAnews di Jakarta, Rabu sore, 10 Maret 2010.

Selain itu, dia mengakui, secara teknis turut mendukung terjadinya penguatan terhadap saham-saham di sektor semen tersebut, terutama PT Semen Gersik Tbk (SMGR) dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).

"Indikator teknis candlestick dan masih tinggi volume transaksi menjadi acuan investor mengakumulasi saham-saham itu," tutur Habdi.

Sedangkan Purwoko Sartono, research analyst PT Panin Sekuritas Tbk berpendapat, saham-saham papan atas (blue chips) seperti PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) masih layak beli.

"Meski sudah menuju posisi overbought (jenuh beli), menjelang keluarnya laporan kinerja 2009 akan diantisipasi pemodal sebagai aksi beli," ujarnya.
 
antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial