Eksportir Tak Suka Rupiah Menguat

Pergerakan mata uang rupiah hingga penutupan nanti berpotensi bermain di 9.160-9190/US$.

Kamis, 11 Maret 2010, 08:57 WIB
Antique
Rupiah (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Nilai tukar rupiah di pasar spot antarbank Jakarta bergerak stagnan terhadap dolar Amerika Serikat (US$), saat pembukaan transaksi hari ini. Di awal perdagangan, mata uang lokal tersebut berada di kisaran level 9.165-9.175/US$.

Pada penutupan Rabu, 10 Maret 2010, di pasar spot antarbank Jakarta, mata uang lokal itu berakhir pada kisaran 9.165-9.175 per dolar AS. Sedangkan data kurs tengah mata uang asing Bank Indonesia, rupiah bercokol di level 9.188/US$.

Menurut Frans Darwin Sinurat, dealer valas PT Bank Mutiara Tbk, beragamnya mata uang global maupun regional terhadap dolar AS sepertinya menjadi pemicu stagnannya rupiah di pagi ini.

"Dari awal transaksi sampai saat ini, rupiah masih bergerak di level 9.165-9.175/US$," kata dia kepada VIVAnews di Jakarta, Kamis, 11 Maret 2010.

Berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 08.30 WIB, rupiah bergerak di posisi 9.165/US$.

Apalagi, Frans menambahkan, pergerakan positif rupiah terhadap dolar AS dirasa para eksportir memukul pendapatan industrinya, sehingga mereka meminta agar pemerintah menjaga penguatan mata uang lokal tersebut. "Para eksportir tak suka rupiah menguat," tuturnya.

Selain itu, dia menambahkan, ketika rupiah mendekati level psikologis di 9.150/US$, biasanya akan dimanfaatkan pelaku pasar untuk kembali memegang dolar AS.

Frans memproyeksikan, pergerakan mata uang rupiah hingga penutupan transaksi sore nanti berpotensi bermain di kisaran 9.160-9.190 per dolar AS. Sebab, meski bursa saham diprediksi positif tetapi pemburuan dolar terus terjadi.

antique.putra@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ