Bisnis

Muhaimin Ajak 5 Menteri Dukung Transmigrasi

Salah satu kendala dalam pengembangan program transmigrasi adalah terbatasnya anggaran.

Rabu, 10 Maret 2010, 19:43 WIB
Arinto Tri Wibowo, Elly Setyo Rini
Pelantikan Presiden : Muhaimin Iskandar (Vivanews/ Tri Saputro)

VIVAnews - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar bakal menggalang dukungan dari lima menteri lain melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) untuk mendukung program transmigrasi menjadi Program Prioritas Nasional pada 2011. 

"Kami selama ini telah merintis kerja sama dengan penandatanganan MoU lintas kementerian, misalnya dengan menteri perhubungan, menteri pekerjaan umum, menteri lingkungan hidup, menteri kehutanan, dan menteri ESDM," kata Muhaimin di Jakarta, Rabu 10 Maret 2010.
 
Sebagai tindak lanjut penandatanganan MoU, akan dibuat SKB lintas kementerian.

Muhaimin mengaku, salah satu kendala yang dihadapi dalam pengembangan program transmigrasi adalah terbatasnya anggaran.

"Oleh karena itu dibutuhkan kerja sama lintas kementerian dan lintas sektoral terkait penambahan anggaran," ujarnya.
 
Anggaran transmigrasi di Kemenakertrans hanya sebesar Rp 1,5 triliun. Padahal menurut Muhaimin, untuk mengembangkan program transmigrasi dibutuhkan penambahan dana Rp 5 triliun untuk stimulus pembangunan infrastruktur dan investasi.
 
"Dengan adanya kerja sama lintas sektoral yang terkait, program transmigrasi menjadi lebih komprehensif sebagai program percepatan pembangunan ekonomi baru di berbagai daerah," ujarnya.

Melalui dukungan bersama, otomatis anggaran untuk program transmigrasi akan bertambah secara signifikan dan lebih fokus.
 
Selama ini, dia menambahkan, masing-masing kementerian memiliki prioritas program tersendiri, sehingga pemerataan pembangunan infrastruktur yang selama ini dilakukan tidak memiliki orientasi yang fokus.

Padahal, menurut dia, kerja sama dibutuhkan untuk menyambungkan pusat-pusat pertumbuhan yang selama ini terpisah, misalnya dengan pembangunan jalan dan listrik baru.
          
"Oleh karena itu saya akan terus menerus meyakinkan berbagai pihak terutama Presiden SBY agar program ini menjadi Program Prioritas Nasional, sehingga pembangunan dan penggunaan anggaran menjadi lebih fokus untuk mendukung ketahanan pangan dan energi nasional," ujarnya.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial