VIVAnews - Perusahaan listrik asal Inggris, International Power, membangun proyek patungan (joint venture) dengan pihak Jepang di sektor pembangkit listrik.
Proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Paiton tersebut menelan investasi US$ 1,3 miliar dan didanai oleh konsorsium delapan bank asing melalui Japan Bank for International Cooperation (JBIC).
"Proyek PLTU itu berkapasitas 850 megawatt dan sudah mulai pengerjaan fisik," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat usai melakukan pertemuan kenegaraan dengan Chief Executive UK Trade and Investment Sir Andrew Cahn di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu 10 Maret 2010.
Selain PLTU Paiton, Inggris juga telah bermitra dengan Marubeni Corporation dan lima mitra lokal untuk proyek serupa di Cirebon dengan kapasitas 500 megawatt. Investasi PLTU Cirebon menelan investasi US$ 600 juta.
Dalam pertemuan tersebut, Hidayat menawarkan pihak Inggris untuk masuk ke industri barang modal di Indonesia.
"Saya bilang ke mereka, setiap pertumbuhan ekonomi di Indonesia lebih dari enam persen, atau kalau sudah mendekati tujuh persen, ada defisit pada transaksi berjalan karena impor barang modal besar," kata dia.
Untuk menekan defisit tersebut, menurut Hidayat, dibutuhkan investasi lebih dari US$ 3 miliar di industri barang modal.
Sementara, Sir Andrew menyatakan apresiasi yang tinggi atas perkembangan ekonomi di Indonesia. Untuk itu, Inggris berpeluang meningkatkan investasi di Indonesia.
"Kami tertarik untuk bergerak di sektor minyak dan gas, konstruksi, jasa keuangan, ritel, dan ICT. Kami juga meminta agar Indonesia meningkatkan investasi di Inggris," ujarnya.
arinto.wibowo@vivanews.com