VIVAnews - PT Bank Permata Tbk menyelesaikan emisi unsecured medium term notes subordinasi berjangka waktu 10 tahun sebesar Rp 700 miliar.
Penerbitan surat utang itu bertujuan untuk membiayai pertumbuhan bisnis di masa depan dan memperkuat struktur permodalan. Unsecured MTN subordinasi itu berkupon 275 basis poin (bps) di atas SBI 3 bulan. Emisi tersebut dihargai pada par.
Standard Chartered Bank sebagai salah satu pemegang saham strategis Bank Permata bertindak sebagai pembeli atas seluruh surat utang tersebut.
"Aksi korporasi itu makin memperkuat struktur permodalan Bank Permata dan memberikan keleluasaan dalam meraih kesempatan untuk makin berkembang," kata Direktur Utama Bank Permata David Fletcher dalam siaran pers yang diterima VIVAnews di Jakarta, Rabu 10 Maret 2010.
Melalui emisi tersebut, Bank Permata menunjang perubahan ekspektasi terhadap level permodalan dan menjaga level permodalan yang lebih tinggi terhadap jumlah aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR).
Bila dilakukan pada akhir 2009, saat rasio kecukupan modal (CAR) Bank Permata tercatat sebesar 12,2 persen (setelah memperhitungkan risiko pasar), emisi tersebut dapat meningkatkan CAR sebesar 140 bps.
Hal itu menjadikan CAR Bank Permata jauh melampaui ketentuan minimum Bank Indonesia sebesar delapan persen.
arinto.wibowo@vivanews.com