Bisnis

Halim Diunggulkan Jadi Calon Deputi BI

Untuk sosok deputi gubernur BI bidang pengawasan, sisi integritas merupakan hal penting.

Rabu, 10 Maret 2010, 18:56 WIB
Arinto Tri Wibowo, Nur Farida Ahniar
Raden Pardede dan Halim Alamsyah (Rosa Panggabean)

VIVAnews - Pengamat ekonomi Bambang PS Brodjonegoro mengatakan ketiga calon deputi gubernur Bank Indonesia (BI) di bidang pengawasan memiliki kompetensi yang baik. Dari sisi integritas, ketiga pribadi itu mempunyai syarat.

"Dari sisi kompetensi, ada plus dan minusnya," kata dia di Jakarta, Rabu 10 Maret 2010.

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sudah menerima surat dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait pengajuan tiga calon pengganti Deputi Gubernur Bank Indonesia Siti Ch Fadjrijah.

Tiga nama yang diajukan Presiden SBY adalah Direktur Riset Ekonomi dan Kajian Moneter BI Perry Warjiyo, Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Halim Alamsyah, dan Krisna Wijaya, komisaris PT Bank Danamon Tbk.

Menurut Bambang, Halim Alamsyah dinilai memiliki kombinasi yang unik di bidang moneter dan perbankan.

Sementara itu, Perry Warjiyo cenderung mempunyai kemampuan di
bidang moneter, meski keahlian mengatur bank tidak lebih unggul dibanding calon lainnya.

Sedangkan mantan Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Krisna Wijaya dinilai mempunyai pengalaman korporat perbankan secara langsung.

"Perry mengerti detail moneter, perbankan agak kurang. Namun, Halim bisa mengombinasinya," katanya.

Secara pribadi, jika dia harus memberikan peringkat, dia memilih Halim sebagai urutan pertama, lalu Perry, dan Krisna.

Hal itu karena di BI unsur senioritas lebih kental. "Pak Halim lebih senior, namun Pak Perry kariernya mungkin lebih cepat karena pernah diajukan sebagai calon deputi gubernur," katanya.

Menurut dia, untuk sosok deputi gubernur di bidang pengawasan, sisi integritas merupakan hal penting. Diperlukan seseorang yang mempunyai visi reformis.

"Tak penting orang internal atau bukan. Karena satu orang dari eksternal juga tidak akan berpengaruh banyak. Yang penting adalah sosok reformis yang bisa mengubah sistem," ujarnya.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
Telinga @ Mata
10/03/2010
ah..kemampuan perbankannya agak kurang,.jangan jangan sistemik jilid 2 terjadi lagi...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial