Enam Pengusaha Juara

Indonesia Butuh 4 Juta Wirausahawan Muda

Di negara maju, jumlah pengusaha mencapai 2 persen dari total penduduk.

Rabu, 3 Desember 2008, 19:33 WIB
Heri Susanto, Nur Farida Ahniar
Gedung Bank Mandiri (VivaNews/ Nur Farida)

VIVAnews - Indonesia membutuhkan jutaan wirausaha muda untuk menunjang agar Indonesia menjadi negara maju, sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja.

"Negeri ini perlu 4 juta wirausaha muda," ujar Agus Martowardojo, Direktur Utama Bank Mandiri di acara Malam Penganugerahan Wirausaha Muda Mandiri di Jakarta, Rabu, 3 Desember 2008.

Tambahan pengusaha sebanyak itu diperlukan agar Indonesia bisa menyamai negara maju. Saat ini, di negeri ini jumlah pengusaha, baru mencapai 0,18 persen dari total populasi. Sedangkan, di negara maju, jumlah wirausaha minimal 2 persen dari total jumlah penduduk.

Agus menekankan Indonesia membutuhkan lebih banyak wirausahawan untuk mendorong penciptaan lapangan kerja, bukan pencari kerja. Apalagi, jumlah pengangguran di Indonesia cukup tinggi, terutama dari kalangan generasi muda. Pada 2007, pengangguran mencapai 10,5 juta jiwa.

"Pendidikan kewirausahaan adalah cara tepat untuk mengatasi pengangguran di Indonesia," ujar Agus di acara yang turut dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla. Menurut dia, menjadi wirausahawan merupakan pilihan sekaligus keharusan. Apalagi di tengah pertumbuhan ekonomi yang bergerak lamban dan ketersediaan lapangan kerja yang terbatas.

Melalui program Wirausahawan Muda, ia berharap bisa mengajak generasi muda menjadi generasi mandiri. Tujuannya, agar generasi muda bukan hanya menjadi pencari kerja, namun mampu menciptakan lapangan kerja.

Dalam program Wirausahawan Muda Mandiri 2008, Mandiri menobatkan enam peraih penghargaan bagi enam calon pengusaha muda. Mereka tersaring dari 1.057 mahasiswa dari 198 perguruan tinggi di Indonesia.

Untuk kategori diploma dan sarjana, para pemenangnya dari juara pertama sampai ketiga adalah Dwi Arianto Nugroho (ITB - Bandung), Asri Tadda (Universitas Hasanuddin - Makassar) dan Sinta (Universitas Lampung - Lampung).

Untuk kategori pascasarjana dan alumni, juaranya adalah Hengky Eko (S2 Universitas Indonesia - Jakarta), Juliana Pangestu (Ahli Madya UGM -Yogyakarta) dan Deni Delyandri (Universitas Andalas - Padang).

Mereka yang terpilih setelah diseleksi selama 3 bulan yang diawali dengan survei di 8 kota besar, yaitu Medan, Palembang, Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, Banjarmasin, dan Makassar. Tim juri yang berasal dari berbagai kalangan yaitu perbankan oleh direksi Bank Mandiri, pengusaha nasional, media, perguruan tinggi.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Muhammad Idris Nasution
10/01/2011
sistem pndidikn di Indonesia hasilkn Srjana pncari kerja. n jika slh satu dari mahasiswa da jiwa Entrepreneurnya akn di prsulit. bagi saya gelar itu ga pnting, bkn jminan saya bs sukses. bagi saya tamat ga tamat dari bngku kuliah tetap siap jd pengusaha.
Balas   • Laporkan
Muhammad Idris Nasution
10/01/2011
Menjadi pengusaha adalah cita2 saya dari kecil. Namun sambutan dari Fakultas kurang hangat. tapi apa boleh buat. saya tetap Go walau di cap orang gila, ga masuk akal ya..ga masuk akal lah bagi orang yg tidak memasukkan akalnya. selamat menjadi pengusaha
Balas   • Laporkan
dien
07/05/2010
maunta spt itu tp waktu mengajukan pinjaman byk alasan tuk menumbuhkah usahawan baru, gmn mau maju....? buat di korupsi ada aja bagiannya...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ