Sesi II, Saham Grup Astra Rawan Tekanan

Sedangkan saham infrastruktur dan tambang mengontribusi penguatan indeks di BEI.

Rabu, 10 Maret 2010, 12:18 WIB
Antique
Bursa Efek Indonesia (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada sesi II, berpotensi bergerak mendatar (flat) dan rawan aksi ambil untung (profit taking) pemodal.

"Sesi dua nanti, cenderung flat dan berpotensi terjadi take profit," kata Manajer Investasi PT Reliance Asset Management Deni Hamzah kepada VIVAnews di Jakarta, Rabu, 10 Maret 2010.

Deni menuturkan, IHSG di sesi dua nanti bergerak mendatar dan akan diikuti aksi ambil untung pemodal terpicu tekanan jual yang terjadi pada saham-saham grup Astra dan perbankan. "Saham-saham tersebut sudah naik signifikan dalam dua hari terakhir," ujarnya.

Sedangkan penguatan indeks sesi I, kata dia, terdorong kenaikan saham-saham komoditas tambang dan sektor infrastruktur seperti PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Adaro Energy Tbk ADRO.

Selain itu, Deni mengakui, pergerakan positif bursa Wall Street semalam, yang diikuti indeks regional turut menjadi katalis menguatnya IHSG di sesi pertama tadi.

IHSG akhir sesi I Rabu, terangkat 15,04 poin atau 0,56 persen ke level 2.672,20 dari awal transaksi pagi tadi yang menguat tipis 1,22 poin (0,05 persen) di posisi 2.658,39.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 2,01 triliun dan volume tercatat 5,06 juta lot, dengan frekuensi 49.571 kali. Sebanyak 114 saham menguat, 56 melemah, 75 stagnan, serta 248 saham tidak terjadi transaksi.

Saham infrastruktur dan tambang yang mengontribusi penguatan IHSG cukup besar di antaranya PTBA  terangkat Rp 150 atau 0,93 persen ke level Rp 16.150 dan PGAS menguat Rp 125 (3,28 persen) di posisi Rp 3.925.

Bursa Asia, saat IHSG tutup bergerak variatif. Indeks Hang Seng terangkat 7,95 poin (0,04 persen) di posisi 21.215,50, Nikkei 225 turun 5,96 atau 0,06 persen menjadi 10.561,69, dan Straits Times menguat 21,91 poin (0,77 persen) ke level 2.861,45.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg, rupiah pukul 12.00 WIB, berada di posisi 9.170 per dolar AS. Sedangkan menurut data RTI, mata uang lokal tersebut berada di level 9.164/US$.

antique.putra@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ