Bisnis

BRI Ancam Gilas Bank Mandiri

Setelah menekuk Mandiri dari sisi kredit, kini aset dan simpanan di BRI dekati Mandiri.

Rabu, 10 Maret 2010, 12:10 WIB
Heri Susanto
Gedung Bank Mandiri (VivaNews/ Nur Farida)

VIVAnews - Pertumbuhan pesat PT Bank Rakyat Indonesia Tbk telah membuat pesaingnya terperangah. BRI bukan saja menggilas BCA dalam soal penghimpunan dana pihak ketiga, namun BRI juga menjadi ancaman bagi Bank Mandiri.

Data statistik Bank Indonesia menunjukkan Mandiri yang selalu bangga sebagai bank terbesar di Indonesia, sudah jauh dilibas BRI dari sisi penyaluran kredit sejak 2008. Bahkan, porsi kredit BRI semakin jauh meninggalkan peran Mandiri dalam menggerakkan perekonomian nasional.

Total kredit BRI yang dipimpin Sofyan Basir pada Desember 2009 sudah tembus Rp 206 triliun atau tumbuh Rp 45 triliun selama setahun. Sedangkan, kredit Mandiri yang dipimpin Agus Martowardojo cuma tumbuh Rp 22 triliun menjadi Rp 178 triliun.

Dari sisi dana pihak ketiga, setelah melibas BCA di urutan kedua, BRI kini menjadi ancaman Bank Mandiri. Pada Desember 2008, total simpanan nasabah BRI Rp 201 triliun dan Mandiri Rp 273 triliun atau selisih hingga Rp 72 triliun.

Namun, setahun kemudian total dana pihak ketiga BRI telah bertambah menjadi Rp 254 triliun sedangkan Mandiri Rp 299 triliun. Artinya, selisih dana pihak ketiga dengan Mandiri semakin berkurang, menjadi sebesar Rp 45 triliun.

Begitu pula dari sisi aset. Aset BRI tumbuh signifikan sebesar Rp 68 triliun atau 27 persen menjadi Rp 318 triliun. Pertumbuhan ini juga mengancam posisi Bank Mandiri yang selalu berada di posisi teratas. Aset Bank Mandiri cuma tumbuh separohnya, yakni Rp 35 triliun menjadi Rp 375 triliun.

Perbedaan selisih total aset antara BRI dengan Mandiri pun semakin dekat. Pada 2008, selisih aset kedua bank mencapai Rp 90 triliun. Namun, pada 2009 selisihnya sudah jauh berkurang menjadi Rp 57 triliun. Jika perkembangan ini berlanjut, maka selisih aset kedua bank akan semakin sempit.

Menurut manajemen BRI, pertumbuhan pesat aset BRI tak lepas dari fokus bank ini yang memberikan porsi pemberian kredit paling sedikit 80% kepada sektor usaha mikro, kecil dan menengah yang berkembang pesat. Pada 30 September 2009, BRI telah menyalurkan kredit ke UMKM sebesar Rp 157,92 triliun atau 82 persen dari total kredit.

Sektor UMKM inilah yang membuat laba BRI juga naik signifikan. Tak mengherankan jika BRI selama empat tahun berturut-turut menjadi bank dengan keuntungan terbesar, bahkan laba Bank Mandiri pun kalah.

Majalah Forbes Asia menempatkan BRI sebagai satu-satunya perusahaan asal Indonesia yang terhebat di Asia pada 2009. Ini dipilih dari 910 perusahaan dengan pendapatan minimal US$ 3 miliar atau kapitalisasi pasar US$ 3 miliar. Kriterianya mengacu pada kinerja keuangan 5 tahun terakhir.

“Bank ini akan terus tumbuh di masa mendatang seiring dengan meningkatnya pertumbuhan kredit UMKM," kata Forbes beberapa waktu lalu. Dirut BRI, Sofyan Basir berjanji mempertahankan prestasi yang diraih BRI di masa mendatang.

heri.susanto@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
rhumig
25/08/2011
maju terusss BRI ,,,,sekian lama akhirnya MANDIRI pun jatuh dengan kelakuan kebijakannya nya sendiri..(anti MANDIRI ) pernah sakit hati soalnya..
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial