Bisnis

Saham Tambang Masih Primadona

Saham tersebut di antaranya Bumi Resources, Bukit Asam, dan Perusahaan Gas Negara.

Rabu, 10 Maret 2010, 10:53 WIB
Antique
pertambangan (www.allposters.co.uk)

VIVAnews - Harga minyak mentah dunia yang meningkat di pasar global dinilai masih menjadi alasan ramainya aksi buru saham-saham di sektor komoditas.

"Saham komoditas tambang masih primadona," kata analis PT Optima Sekuritas Ikhsan Binarto kepada VIVAnews di Jakarta, Rabu, 10 Maret 2010.

Menurut Ikhsan, selain kenaikan harga minyak yang mendongkrak harga komoditas, sisi teknis juga menopang bakal menguatnya harga saham-saham tersebut di lantai bursa. "Secara teknis, saham tambang masih uptrend (cenderung naik). Hal itu, seiring laporan keuangan yang positif," tuturnya.

Dia mengakui, saham-saham komoditas tambang tersebut di antaranya PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Robin Setiawan, analis sekutitas di Jakarta pun berpendapat, saham-saham di sektor komoditas masih menjadi incaran pelaku pasar modal asing maupun lokal.

Namun, dia merekomendasikan, saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), terkait kenaikan harga komoditas dan rencana perseroan mengakusisi Blok Masela.

Selain itu, kata Robin, diperkirakan pendapatan perseroan di kuartal I-2010 naik 300 persen," tuturnya.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial