Bisnis

Indonesia Banjir Anggaran Pendidikan

Sri Mulyani pamer kepada media asing APBN yang diurusnya adalah yang paling sehat.

Rabu, 10 Maret 2010, 08:51 WIB
Hadi Suprapto, Agus Dwi Darmawan
Sri Mulyani Indrawati (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pamer kepada media asing Anggaran Pendapatan Belanja Negara yang diurusnya saat ini, adalah yang termasuk paling sehat dibandingkan dengan negara-negara lain.

Tak hanya anggaran yang baik, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik juga bisa disebut 'jempolan' karena bisa tumbuh positif saat krisis negara lain mengalami kontraksi (tumbuh negatif).

Sri Mulyani mengatakan, Indonesia posisi anggarannya bisa tertolong karena kebijakan pemerintah Indonesia yang sudah membatasi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara maksimal tiga persen Produk Domestik Bruto. Tak hanya itu usai terkena krisis Asia 10 tahun lalu, Indonesia juga telah cukup belajar bagaimana mengantisipasi dan memperlambat penetrasi krisis global masuk Indonesia.

Kepada media asing yang diundangnya semalam, Sri Mulyani menceritakan bagaimana posisi pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tetap positif karena tingkat ekspor masih kecil.

"Mempertahankan dominasi konsumsi domestik yang sekitar 60 persen adalah yang riil dilakukan pemerintah dengan cara menjaga daya beli," kata Sri Mulyani dalam acara 'Foreign Press Gathering', di  ke Kementerian Keuangan,  Selasa malam, 9 Maret 2010.

Sejumlah kebijakan stimulus fiskal telah disusun oleh pemerintah. Di antara kebijakan itu masih akan diteruskan pada tahun ini. Sri Mulyani pun menyebut sederetan insentif fiskal dari bagian stimulus yang diberikan, adanya subsidi energi, pendanaan untuk infrastruktur dan sejumlah dana-dana lain yang digelontorkan untuk sektor yang lebih spesifik.

"Di antara itu perlu juga Anda (wartawan asing) tahu, sistem penganggaran di Indonesia itu ada yang unik. Porsi anggaran pendidikan harus selalu 20 persen dari PDB," kata dia.

Akibatnya ketika ada revisi APBN yang berdampak pada perubahan PDB, secara otomatis anggaran pendidikan juga akan naik.

Namun demikian pemerintah menyadari akibat konsekuensi penambahan ini secara simultan tanpa persiapan dari Kementrian/Lembaga bersangkutan akibatnya adalah anggaran belum siap akan disalurkan ke mana. Sehingga tak heran kalau nantinya akan lebih banyak beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa Indonesia.

"Melalui anggaran ini negara akan banyak memberi kesempatan menyekolahkan pegawai, siswa, dan mahasiswa ke luar (negeri)," katanya.

Perlu diketahui bahwa total dana pendidikan tahun ini yang diusulkan dalam APBN P sebesar Rp 221,4 triliun. Saking banyaknya, dana ini pun tidak hanya berada di Kementerian Pendidikan Nasional tapi juga dialokasikan untuk kementerian lain yang juga memiliki unsur pendidikan.

"Semua dilakukan untuk memperbaiki SDM," kata Sri Mulyani.

Beberapa di antaranya, anggaran itu masuk di Kementerian Agama, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Kesehatan.

Di tiga kementerian itu plus Kementeria Pendidikan Nasional, besar anggarannya mencapai Rp 93,5 triliun, sedang sisanya sebesar Rp 126 triliun ditransfer ke daerah.

Untuk pertama kalinya juga, Pemerintah Indonesia mengalokasikan dana Rp 2,4 triliun sebagai dana abadi anggaran pendidikan. Dana ini dapat digunakan sebagai dana bergulir bagi mahasiswa dan pelajar, layaknya dana jaminan pendidikan.

hadi.suprapto@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
ririn
11/03/2010
good job, Ibu sri Mulyani....lebih baik lagi jika dana itu juga dialokasikan untuk anak-anak yang belum sekolah dan sekolah-sekolah yang masih memerlukan fasilitas yang memadai untuk belajar di era global ini.... maju terus pendidikan Indonesia...!! G
Balas   • Laporkan
peduli pendidikan
10/03/2010
acung jempol buat Bu Sri, saya dukung Ibu terus. kalau bisa dana pendidikan tsb diimplementasikan ke sekolah2 dan subsidi buku, supaya sekolah dan beli buku tidak mahal..
Balas   • Laporkan
puji
10/03/2010
saya seorang guru sedang menyelsaikan program S1, kebetulan saya mendapat beasiswa, semoga terus berjalan ya sampai saya lulus.Amiiin.
Balas   • Laporkan
Sri Kusmiati
10/03/2010
Bravo Menkeu saya bangga atas kinerja ibu yang smart
Balas   • Laporkan
bob
10/03/2010
oce....oce....baiklah kalo begitu.....
Balas   • Laporkan
Velociraptor
10/03/2010
Menteri yang TOP.. Ok lah mungkin dia ada kesalahan saat kasus Century. Maafkanlah beliau ok..
Balas   • Laporkan
Velociraptor
10/03/2010
Menteri yang TOP.. Ok lah mungkin dia ada kesalahan saat kasus Century. Maafkanlah beliau ok..
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial